nhk

Bisnis Kenalpot Racing Harian, After Market Tak Ada Matinya

 


ManiakMotor – Bisnis kenalpot racing, bisnis gurih yang banyak pemainnya dan peminatnya. Om-om dan tante-tante yang nggak ngerti balapan dan tidak pernah tahu Valentino Rossi, motornya ingin menggunakan kenalpot racing harian. Mereka ogah dengan pipa pelepas gas buang standar yang  culun penampilannya dan performa bersama suaranya sendu yang bikin pilu. Masih ingat kan lagu jadul, Piiiiiiiiiilu… yang nyanyikan lae kita, Benny Panjaitan… Hahaha, toku kalee.

Konsumen ingin galak, sama galaknya dengan Ahau Motor, Dodo Motor, apalagi AHRS menawarkan kenalpot beragam. Seakan bisnis kenalpot after market tidak goyah oleh larangan  A sampai Z, tidak ada matinya. Kenalpot tetap menjadi sebuah konsumsi dan gaya hidup (life style) dari motor murah sampai mahal yang dijual umum di Indonesia. Bila mau dilarang, pabrik motornya saja yang ditutup, pak..! Berani nggak?

Maklum saja brosist, dengan hanya ganti kenalpot penampilan dan performa bisa diraupt.  Apalagi dengan teknologi pencetak kenalpot dari lemberan pelat besi menjadi oval, bulat, gepeng dan nyaris tanpa sambungan. “Itu semua akan memperbaiki penampilan dan tenaga. Sebab, produsen kenalpot juga terus berkembang, karena tuntutannya kian tinggi soal kualitas,” jelas Ahau dari Ahu Motor di Jl. Akses UI No. 9F Kelapa Dua, Depok yang omset per hari puluhan puluhan juta rupiah.

Eitss, sebentar dulu, belakangan yang telah lama, bahan pelatnya sudah berkembang jauh.  Tapi, bila ada yang mengaku titanium,  mungkin ngomong besar kaleee. Bila harga satu kenalpotnya masih di bawah Rp 20 juta, berarti itu bukan titanium. “AHRS hanya bermain pada model yang dicetak mesin khusus. Silakan lihat sambung-sambungannya, sudah banyak menghilangkan unsur  las. Model ini bisa didapat dari galvanis, stainlessteel dan pelat biasa. Di beberapa bagian ada karbonnya. Tidak ada titanium, tidak terbeli di Indonesia,” kata Asep Hendro, ‘Juragan’ AHRS.

AHRS yang bermarkas di Jl. Haji Tole, Depok, Jawa Barat minimum menjual 2.000 biji kenalpot berbagai merek dan tipe motor dalam sebulan. Katanya sih, trend terhadap kenalpot yang suaranya bulat (ngebas) saat ini yang tinggi permintaannya. Itu berbeda dua tiga tahun lalu yang banyak dipengaruhi kenalpot balap motor. Suara kenalpot seperti itu lebih halus dan tidak mengganggu tetangga. Pendeknya seperti kenalpot moge alias motor gede. Tidak bakal dikejar dari gang saat wakuncar, coy.

Menurut Dodo dari Dodo Motor di Cileduk, Tangerang, Banten, konsumen sekarang juga tidak asal beli dari hanya penampilan. Mereka lebih menuntut kenalpot yang mampu mengubah jauh performa. “Makanya sebelum dijual ke umum, proses kenalpot racing harian sekarang telah melewati risset. Pada kemasannya sudah ditulis akan mampu menaikkan dk sekian sampai sekian, sesuai harga. Itu benar adanya, sudah diuji di dayno maupun langsung,” jelas Dodo yang punya produk berlabel CLD itu.

Kenalpot telah dilengkapi dengan spuyer tambahan. Ukuran spuyer tersebut telah melewati setting dengan ujicoba, pembeli tinggal pasang.   “Kan kelihatan pada perubahan spuyer ini, kenalpotnya mampu menaikkan tenaga. Bensin lebih boros. Tidak ada motor yang ingin kencang, tapi irit,” tambah Asep yang sejak awal berbisnis komponen roda dua, sudah jadi pemain kenalpot dengan pasang surut permintaan pasar.

Harga kenalpot dari tiga pengusaha yang didatangi tersebut bervariasi. Rata-rata dimulai dari Rp 250 ribu sampai jutaan. Yang jutaan itu tentu sekelas Kawasaki Ninja 250. Ya, mana ada kenalpot Ninja harganya 200 rebu, bro. Gengsi dong, bisa beli motornya nggak bisa beli kenalpot… Ghal

BERITA TERKAIT:

Setting Karburator Motor, Pasang Kenalpot Racing (Harian)

Mengenal Glasswool, Fungsi Peredam Suara Kenalpot

Sokbreker Öhlins Masuk Indonesia

Ahmad Jayadi, Pol-Polan Pindah ke Lain Hati

BAGIKAN

Warning: A non-numeric value encountered in /home/maniakmo/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 353