nhk

Bursa Ketum PP IMI 2015-2019: Calon Prasetyo Edi, Saatnya IMI Dipimpin Yang Mengerti Otomotif

 

 

ManiakMotor – Judul di atas ada benarnya. Saat ini PP IMI memang gimana gitu soal Ketua Umum (Ketum) Nanan Rusmanan yang sebentar lagi berakhir jabatannya. Karena itu, modal pengalaman di otomotif, Prasetyo Edi Marsudi sangat mantap mencalonkan diri untuk periode 2015 – 2019. Dia telah mengantar surat rekomendasi (rekom) sebagai syarat calon ke kantin PP IMI di Senayan, Jakarta pada 7 Desember 2015.

Rekom ini didukung pengurus provinsi (pengprov) dan komunitas otomotif yang mendorong pencalonan dirinya. ”IMI yang saya kenal sampai hari ini bersifat lebih ke arah politik ketimbang membina olah raga otomotif. Di samping itu, IMI sering mengabaikan komunitas otomotif terutama komunitas roda dua. Sudah saatnya orang yang benar-benar mencintai olah raga otomotif beserta seluruh elemennya yang mengambil alih IMI,” kata Prass saat di tanya alasan pencalonannya.

Tepuk tangan dulu dong, itu yang benar! Ayo lanjut, pada Senin, 7 Desember 2015 ini juga Prass – begitu dia disapa – bikin deklarasi sekaligus silaturahmi  pencalonanan dirinya. Acara itu dihadiri PengProv, beberapa tokoh pendiri IMI dan banyak pelaku dunia otomotif yang mendukungnya. Ada tujuh PengProv yang di belakangnya macam DKI Jakarta, Kalimantan Timur, Maluku Utara, Riau, Sumut, Banten dan yang terakhir Lampung. “Prass86 ini memang kuat di akar rumput. Dia mengerti arus bawah dan merakyat,” kata Judiarto, Ketua IMI DKI yang terlihat hadir dalam deklarasi.

Prass86 Untuk IMI begitu tagline dalam acara deklarasi pencalonan ketua IMI Prasetyo. Kedepannya jika dia terpilih menjadi Ketum PP IMI, ia akan mengunsung gaya kepemimpinan  profesional. Sebab mengerti betul soal otomotif, bukan orang yang asbun soal di bidangnya. 

Profesional, Respect, Active, Social, dan Solid yang kalau disingkat jadi Prass. Saya percaya prfesionalisme yang dibarengi integritas dan stewardship pengurus sangat diperlukan. Fungsinya untuk membangun rasa saling menghormati antar pelaku otomotif. Pastilah IMI punya  kesempatan yang lebih luas untuk melakukan fungsi pembinaan dan memberikan manfaat pada masyarakat,” tambah Prass dalam pidatonya.

Itu tadi, Prasetyo punya bekal dunia otomotif yang selama ini dia lihat merosot pada para pengurus  IMI. Jam terbang 30 tahun sebagai pembalap di berbagai cabang olah raga otomotif. Sekarang pun masih aktif di sprint rally dan speed offroad. Itu ditambah pengalaman  di berbagai organisasi sosial politik seperti KNPI, KONI dan FKPPI.

Seperti umumnya calon pasti punya janji. Doski akan membangun dua buah sirkuit baru di DKI. Yang  pertama sirkuit untuk roda dua di Rawa Bokor, Cingkareng, Banten. Lalu ada sirkuit kelas internasional di Emeralda, Cimanggis. “Saya yakin Prass86 punya itikad yang baik dan lebih membina komunitas. Selama ini IMI hanya meladeni komunitas besar yang banyak duitnya,” tutur Sumariyoko Ketua CBR Rider Jakarta dalam acara deklarasi Prass86

Bisa disimpulkan bahwa Prestyo Edi akan bertemu Sadikin Aksa pada pemilihan calon ketua IMI 17-18 Desember 2015 nanti, tunggu saja kabarnya. Sadikin yang periode sebelumnya sebagai wakil Ketum. Nah tanyakan pada Sadikin apa hasilnya selama dia jadi wakil. Kalau portal ini cerita soal motor, ya belum maju yang ada menurun. Contoh kecil saja Kejurnas Balap Motor Indonesia yang sampai ujung tahun baru terlaksana. Terlaksananya pun dengan tertatih-tatih. Siaran di tv hilang tuh. Lalu kejurda balap motor juga sudah redup. Prat

 

 

BAGIKAN