nhk

Cabor PON XIX Jabar 2016: Kejutan Kaltim (2 Perak), Kete-Hamid Produk Asli Kaltim!

Pembalap Kaltim di PON XIX 2016 Jabar
Abdul Hamid (kiri) dan Fitriansyah Kete. Anak muda dan senior asli Kaltim

 

ManiakMotor-Inilah tim yang sukses memberi kejutan di balap motor PON XIX Jabar. Tanpa banyak koar-koar tapi sukses mempersembahkan dua medali perak untuk Kaliman Timur (Kaltim). Medali  lewat perjuangan yang tak mudah di kelas 125 cc perorangan dan 150 cc perorangan.

Pasukan Cabor Kaltim, PON XIX Jabar 2016
Pasukan Cabor Kaltim, PON XIX Jabar 2016

Pembalap utamanya memang sudah malang-melintang di nasional dan internasional. Juga bekas pemegang medali emas di PON Kaltim, dialah Fitriansyah Kete. Kete didampingi Abdul Hamid. Dua sosok yang asli Kaltim. ”PON Riau 2012 lalu kami gagal. Evaluasinya kembali turunnya manager tim Sandy Indarto Wijaya. Beliau yang jadi manager pada PON 2008 di Kaltim,” ujar Awang Dedy Iskandarmuda, Sekum IMI Kaltim.

Kete di PON XIX Jabar 2016
Kete dalam aksinya di sirkuit Bukit Peusar

Selain itu, hadirnya Kete sebagai pembalap senior yang berpengalaman jadi motivasi bagi tiga pembalap lain. Di sana ada Abdul sendiri, Arianto (125 cc) dan Riimonaq Franandus (150 cc). Hasilnya lumayanlah dengan dua perak.

Mekanik sebenarnya dipegang langsung Suhartanto akrab disapa Kupret. Kupret ini tunner papan atas Indonesia, ”Secara teknis memang tak banyak yang bisa diubah, tapi tim ini memang punya sugesti yang kuat,” kalem Kupret yang kesehariannya memang membela tim Honda di region Jawa.

Sandy. Memimpin Kaltim
Sandy. Memimpin Kaltim

Sukses Abdul di 125 cc bikin Kete bersemangat. Dalam hatinya, dia yang senior juga harus dapat medali. “Hasil kualfikasi saya lebih punya kans dibanding Abdul. Saya start dari posisi kedua, sedangkan Abdul ke-8. Pertarungan yang tak mudah, apalagi kita minim pengalaman main di Bukit Peusar,” ujar Kete yang nyaris mempersembahkan medali emas bila saja tak melakukan kesalahan di lap terakhir.

Selain Papua Barat, inilah tim luar Jawa yang tersukses meski belum mendulang emas. “Kete memang jadi target medali, dan berhasil. Kete memang sudah pengalaman dengan rider-rider terbaik di Jawa, bahkan pernah main di level Asia. Tapi, Hamid meski sudah seeded (19 tahun) tapi masih minim jam terbang di Jawa. Salut untuk perjuangnya mengimbangi permainan sekelas Andi Gilang, Gerry Salim Galang Hendra. Meski dilap-lap awal sangat ketat, tapi mampu lepas di lap-lap akhir. Kata kuncinya adalah membangun semangat kekeluargaan dalam tim,” tegas Asang, sapaan akrab manager tim yang juga pembalap speed offroad seangkatan Rio Teguh.

Oke deh selamat buat Kaltim! Ardel

BACA JUGA

Hasil Balap Motor PON XIX Jabar, Bukit Peusar, Tasik, Jabar 24 – 25 September 2016