nhk

Cara Aman Bore-Up Yang Disengaja Dan Terpaksa Bore-Up

Tips Bore UP

Maniakmotor – Bore-up sudah pastilah soal gedein kapasitas silinder mesin. Namun, ada bore-up sengaja dan ada  yang terpaksa. Terpaksa bore-up lantaran liner silinder hancur oleh umur pakai pada motor harian. Ada juga yang sengaja menambah diameter silinder karena dinilai mendongkrak power motor harian.

Modal utamanya piston yang punya diameter lebih gede dari asli bawaan motor. Entah itu  aftermarket atau kanibal dari bawaan motor lain. Sayang, tak sedikit –  berarti banyak –  yang mengeluh terutama soal daya tahan onderdil khususnya awetnya piston dan linernya. Termasuk katanya mesin cepat panas habis bore-up.

Bisa dimaklumi lantaran kapasitas yang ngepek pada putaran mesin yang ikut melonjak. Kelamaan panas, piston lengket dengan dinding silinder. “Umumnya masalah tadi muncul akibat setting dan mutu bore-up. Bisa dari kompresi, pemilihan liner, knalpot dan jetting (yang pakai karbu). Sebab usai bore-up ruang bahan bakar juga berubah. Ada juga akibat proses bore kurang teliti,” kata Swega bos R.A.T Motorsport Sidoarjo Jatim.

Swega menyarankan untuk bore-up rasio kompresinya di bawah 12:1. Tentu dengan pertimbangan pakai bensin biasa. Kalau tetap bertahan dengan 12:1 harus pakai pertamax. Lalu pemilihan diameter liner alias boring, Swega kasih acuan selisih antara diameter piston dengan liner minimal 3 mm.

Misal mau pasang piston 55 mm maka minimal lingkar luar pakai liner 58 mm syukur kalo lebih gede lagi. Berarti ketebalan daging liner 3 mm. Kurang dari itu, mesin bakal cepat panas alias overheat. Faktor itu juga yang bikin volume oli mesin berkurang alias menguap.

Pemilihan pipa gas buang alias knalpot juga dihitung. Meski buat motor harian knalpotnya jangan terlalu nahan gas buang alias kekecilan. itu karena knalpot juga punya peran membuang panas mesin. “Gampangnya diameter pipa leher knalpot minimal ngikut diameter klep buang,” saran mekanik yang baru-baru ini sakses pasang 4 klep di head Honda Tiger itu. Misal pada mesin bore-up 130 cc, head-nya pakai klep buang 24 mm. Maka silakan cari knalpot yang punya diameter header 24 mm.

Untuk bore-up harian setelan karbunya bisa dibikin rada basah. Sebab bensin juga punya peran sebagai pendingin mesin. Cirinya bisa ditengok hasil pembakaran pada elektroda busi yang yang sikit berwarna kehitaman. MM

BACA JUGA

Tips Motor: Cara Bersihkan Filter Udara Honda Beat PGM-FI

Tips Motor: Radiator Diisi Air Biasa? Boleh Saja Kalau Darurat..!

Tips Motor: Tanda-Tanda Tali Kopling Akan Putus!

Tips Motor: Setting Udara Dan Bahan Bakar Pasca Ganti Knalpot Racing

BAGIKAN