nhk

Cara Reamer Karbu Standar Jupiter Z, Boljug Merek Lain

 Maniakmotor – Bagi mesin Jupiter Z, Vega atau Crypton yang telah dikorek harian, tapi kurang nendang, lanjutkan dengan reamer  karbu sendiri. Ini kalau mau, nggak pun portal ini tidak memaksa harus reamer. Toh, karbu berbagai diameter juga sudah dijual di pasaran, macam UMA Racing yang terjangkau dengan diameter 28 mm, misalnya.

Tapi tak mudah memang mencabut uang jutaan rupiah dari dompet, apalagi yang pelajar, mahasiswa dan kerjaan nggak tetap. Lagian, kalau reamer ada tantangan tersendiri memperbesar diameter karbu tersebut. Laki-laki punya kerjaan dan tentu saja lebih murah. Intinya mesin seperti diusebut di atas butuh asupan bahan bakar yang lebih untuk mengimbanginya.  Apalagi sudah diiringi bore-up,makin haus dia.

Silakan otaknya ‘diputar-putar’ untuk bikin karbu bawaan Jupie Z untuk direamer. Ini istilah untuk memperbasar lubang venturi. Tujuannya, campuran udara dan bahan bakar yang jadi kabut diameter ikut membesar sesuai diiameter tambahan dari reamer. Hasilnya tidak kalah dengan yang mahal tadi. Biayanya juga hemat, nggak lebih dari Rp 150 rebuan. Selain itu di arena balap benaran, liar dan harian bisa diandalkan.

Nah, awali  mengganti skep dengan diameter yang lebih besar.  Boleh cangkok botol skep milik Suzuki Tornado,”terang Muh. Arif Sigit Pele Wibow alias Pele dari Pels Racing yang terkenal lewat korekan Jupiter  Z Pele yang 200 cc itu. Katanya diameter skep Tornado 19mm. Berarti  lebih gendut 2 mm dari standar Jupiter Z yang 17mm (Gbr1).

Mau gedelagi,  milik Honda GL100 juga bisa. Namun  untuk versi GL100 ini harus pergi ke  tukang bubut.  Di sana tentu bukan ngobrol-ngobrol, tapi memperbesar diameter rumah skep di bagian badan karburator(Gbr2). Sekalian potong juga bagian atas skep, tingginya sekitar 30mm(Gbr3). Proses ini harus dilakukan oleh tukang bubut yang erpengalaman. Bila melenceng dikit, karbusilakan dibuang ke sampah.

Setelah skep terpasang tinggal atur bagian moncong depan  dan  belakang karburator pake pisau tuner atau kikir(Gbr4). Tujuannya selain memperbesar juga mengarahkan udara dan bahan bakar yang akan masuk venturi.  Bagian dinding kiri-kanan venturi dibesarkan sampai 18mm,” tutur Pele yang saat dihubungi  portal ini lagi sibuk bongkar mesin Jupiter Z untuk diadu.

Bentuk venturinya juga didesain oval ke atas, tingginya sekitar 23mm (Gbr5). Lebih dari itu dijamin bakalan bolong dompet dan karbu sampeyan. Bisa saja ukurannya dibentuk lebih tinggi dari acuan Pele, namun harus dilem pada bagian yang nyaris tembus dan yang keburu berlubang. Biar kuat pake lem tahan panas.

Yang boleh dibesarkan dengan pisau bubut atau tunner hanya bagian dinding kiri-kana dan atas. Untuk venturi bagian bawah, ampun brosist, jangan..! Bisa jebol tabungannya, karena karbu-nya bocor benaran dan harus beli baru lagi. Tujuannya mau irit, jadinya malah boros.   

Dengan perubahan ini otomatis bahan bakar juga makin lancar. Untuk itu, spuyer wajib naik. Pilotjetjet naik antara 3-4 step dan mainjet cukup 1-2 step. Untuk memastikannya ya sesuai settingan, angka tadi hanya patokan. Ciri setting spuyer yang pas  elektroda businya merah bata.

Terakhir, meski motor sudah kenceng tetap utamakan safety, jangan ugal-ugalan. Eh hampir lupa, teknik reamer ini boljug alias boleh juga dilakukan pada motor apa saja. Tipe bebek Yamaha ini hanya contoh. Maniak Motor

BAGIKAN