nhk

Catatan MotoGP Aragon; Lorenzo Membohongi Publik…!

 

ManiakMotor –  Jangan lagi berharap menyaksikan duel sengit Jorge Lorenzo –Dani Pedrosa seperti terhampar di GP Ceko dua seri yang lalu. Gara-garanya ya Lorenzo. Kawan ini mulai nakal dengan membuat pembohongan publik dan cenderung jadi penakut. Takut jatuh dan tak jadi juara dunia lagi. Di Aragon, tidak ada itu Lorenzo yang mengakui dirinya sebagai entertainer sejati? Berikut faktanya.

Sebelum GP Aragon, ia koar-koar tak akan main safe. Bakal fight versus Pedrosa. Lorenzo akan  menghadirkan duel besar yang akan menghibur publik mereka sendiri sesama  Spanyol. Lagipula, katanya, ia ingin meningkatkan pencapaian personal di Aragon karena dalam dua musim sebelumnya gagal meraih juara di sana.

Singkat cerita, Lorenzo ikut ‘jualan’ mempromosikan seri ke-14 MotoGP itu agar publik datang berbondong dengan keluarga, pacar, atau sepupu bagi yang belum punya pacar untuk week and. Pokoknya, ia tarung habis di depan fans sendiri. Sampai-sampai media seluruh dunia ikut menerjemahkan dengan mentah. Mentah sekali… asal telan… ya sama dengan portal ini.

Faktanya, kejujuran Lorenzo hanya bertahan 7 laps. Ketika disodok Pedrosa di putaran itu, nyalinya langsung mengkerut. Tak ada upaya mengejar sang rival. “Saya memikirkan kejuaraan dunia. Di awal lomba saya berusaha jadi juara. Tapi, ketika itu tak mungkin, hasil kedua sudah cukup dalam kompetisi ini,” tutur Lorenzo, kali ini tak bohong karena jelas terlihat dari gaya mainnya sepanjang lomba.

Ia lanjutkan cerita yang tak bermutunya. Ketika hampir terjatuh di sebuah tikungan, rasa takutnya makin jadi. Saat itulah ia putuskan bertahan di posisi dua sembari tunggu balapan selesai. Ia tak peduli umpatan penonton yang datang dengan tiket mahal dan pasti bukan untuk menikmati sandiwara macam itu. Lorenzo  pun tak malu ketika finish tertinggal telak 6,472 detik dari sang rival, hal yang tidak biasa dilakukan Lorenzo. Bila itu terjadi di Misano, jelas dia bisa dilewati Rossi di seri sebelumnya itu. Untung saja Rossi kembali dodol di Aragon.

Yah, begitulah kalau sudah unggul poin terlalu banyak. Nyaris jatuh saja sudah mebuatnya ngeper. Baru nyaris lho, belum jatuh benaran. Padahal, kita tahulah karakter anak motor. Jumpalitan berkali-kali pun tetap bersemangat  bangkit dan fight menuju finish. Itu baru balapan.

Seberapa kecewanya pun penonton, karena yang Lorenzo lakukan bukan balapan dalam arti sebenarnya. Tak ada regulasi yang melarangnya. Wajar ia berstrategi macam itu dalam serial lomba seperti MotoGP.  Bisa pula itu terjadi bukan karena maunya Lorenzo, tapi arahan tim. Tim lebih memprioritaskan gelar dunia dari apa pun di dunia ini. Termasuk kejuaraan dunia manufaktur.  Dalam kategori ini Yamaha sudah lebih awal keok oleh Honda.

Hanya saja, langsung atau tidak langsung, peristiwa ini mengorbankan kepentingan komunitas sponsor maupun penonton. Bila tabiat Lorenzo atau Yamaha Factory Team seperti itu, niscaya seri berikutnya penonton sepi. Tidak ada lagi yang percaya omongan duel yang dipapar di jumpa pers para pembalap menjelang lomba. Jumpa pers itu, bukan gaya-gayaan bro, namun untuk memanasi suasana, agar penonton penasaran dan otomatis beli karcis.

Juga empat seri sisa di Jepang, Malaysia, Australia, dan Valencia, Lorenzo akan kesulitan sendiri bila masih main aman. Di atas kertas tanpa Casey Stoner dia boleh kedua terus yang membuatnya akan juara dunia, walau  Pedrosa kesatu melulu. Tapi, jika Stoner akan ikut mulai di Jepang, lain cerita. Namun, itu pun kalau Stoner langsung sehat pempenampilannya dan mau membantu Pedrosa? Andro

BERITA TERKAIT:

Pedrosa Tolak Bantuan Stoner

Lorenzo Entertainer Sejati. Selebrasinya Selalu Dinanti

Jelang MotoGP Aragon, Misi Ganda Lorenzo

MotoGP Aragon (Race), Pedrosa Dengan Enteng Juara, Tetapi..?

Dorna Ngotot Standarkan Teknologi Elektronik MotoGP (ECU)

Juli Lalu, Ducati Minta Tolong Furusawa, Soal Motor Rossi

Catatan MotoGP, Harga Diri Rossi Dicolek..!



 

BAGIKAN