nhk

Dana Sponsor Tim Balap Motor Diremuk Corona, Produsen Tahan Diri, Akan Ada Adendum..!

One Prix satu-satunya yang lemungkinan bisa dilaksanakan tanpa penonton. Event l;ainnya nggak mungkin, karena penonton jadi salah satu pemasukan promotor

ManiakMotor – Tim di balap motor itu adalah jasa. Bila sudah bekerja akan turun pembayaran dari sponsor sesuai kesepakatan kontrak di depan. Di saat bersamaan tim sudah membakar dana untuk membangun motor, bayar termin kontrak pembalap dan sebagainya untuk branding sponsor. Ketika virus Corona serbu Indonesia, jasa mereraka belum bisa diukur, akibatnya dana sponsor jadi???

YCR 2020 sepmat berjalan satu seri. Selanjutnya belum jelas

“Gegara Covid-19 semua keadaan jadi remuk. Sampai saat ini belum ada satu pun sponsor besar yang menyetor termin (pembayaran). Pada perjanjian kontrak  seharusnya termin sudah turun. Terus mau bilang apa, Corona datang tanpa permisi, event balap motor tak bisa dilaksanakan,” papar Bima Aditya yang mengelola tim Yamaha Oryza MotorSport yang didukung beberapa produk dari markasnya di Jogja. Tim ini akan ikut One Prix, OMR Yamaha dan beberapa event road race lepas.

Omongan Bima diperkuat Slamet Suroto alia Toto Fastech dari pasukan Fastech Jogja yang baru lalu mengontrak Wilman Hammer untuk One Prix 2020, “Sudah jelas, tim sudah keluar dana lebih dulu untuk pengedaan alat balap. Tapi dengan Covid-19 ini semua pembayaran awal sponsor tertunda, karena memang belum ikut balapan. Kalau memang event tidak pernah terjadi, yaah tinggal kerelaan sponsor saja,” sebut Mas Toto yang sempat ikut seri pertama event lepas IndoClub Championship di Sentul Kecil sebelum protokol wabah Cavid-19 diterapkan pemerintah.

Bima Aditya. Belum ada yang termin dari sponsor utama

Itu dari dua tim yang pasti sudah mewakili tim-tim di Indonesia punya derita yang sama. Sama juga dengan seluruh sendi perekonomian Indonesia terserang wabah. Tim balap akan hidup bila event berjalan dan dengan alamiah ekonomi berputarar lewat a dana sponsor yang telah ditalangi tim di depan. Lebih dalam lagi, balap motor juga kena dampak Covid-19.

Kadek Suma sebagai menajer Yamaha Motorsport belum bisa memprediksi apa-apa ke depan. Soal sponsor tim dan kegiatan one make race mereka masih terus memantau situasi, “Termasuk pemotongan atau apa pun namanya dana sponsor masih terlalu dini ditentukan pada awal Mei ini. Yamaha masih berharap Covid-19 segera mereda dan situasi normal kembali,” papar Suma yang mengakui pendanaan ke tim sikit tersendat sama dengan tersendatnya event OMR Yamaha yang baru melaksanakan satu seri YCR sebelum wabah Corona di akhir Februari lalu.

Kadek Suma

Dodiyanto, Senior Brand Executive & product Development PT Gajah Tunggal Tbk yang memproduksi ban IRC yang rajin mendukung event dan tim, sikit menanangkan para tim yang didukungnya. Katanya, situasi terburuk misalnya, tidak terjadi balap motor di Indonesia dan sudah tangan kontrak, tetap dana akan mengalir.

“Dana sponsor akan turun dengan berbicara ulang sesuai situasi berkembang. Tapi yang pasti, akan ada perubahan kontrak dengan menerbitkan andendum atau klausul baru. Kan tim juga sudah mengeluarkan dana untuk branding. Misalnya pada bodi motor, baju balap atau seragam tim sudah ada logo IRC. Itu harus diperhitungkan oleh sponsor. Saya pribadi tetap berdoa, agar event balap motor normal lagi. Itu tentu sambil mengikuti protokol yang ditentukan oleh negara terhadap Corona,” tutup Dodiyanto yang kelihatannya juga ‘merana’, nggak ada event dia kebanyakan di rumah melaksanakan WFH (work from home) alias kerja dari rumah.

Yang ekstrem dilakukan PT Enwan Multi Partindo yang logo produknya seolah ada pada setiap tim dan merek di balap motor Indonesia. “Sejak ada Corona kami menghentikan sementara program promosi. Entah itu pada tim dan event. Ini sementara sambil menunggu keadaan normal. Percuma, dipromosikan daya beli aksesori motor sudah pasti bukan prioritas untuk saat ini,” terang Rio Tan sebagai dedengkot promosi PT N1 yang menangani Proliner, RCB atau UMA Racing dari kantornya di Cikupa, Tangerang, Banten.

Foto istimewa; Dodiyanto

PP IMI sendiri yang menangani balap motor belum bisa memprediksi kapan balapan akan diadakan lagi. Katanya, jangankan Indonesia di dunia yang hitung-hitungan canggih belum bisa memprediksi ke depan, “Andai pun milanya dua tiga bulan ke depan, protokol Covid-19 dilonggarkan dari PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar), tetap masih ada protokol lain dari pemerintah menghindari mewabahnya virus. Minimum social distance. Makanya sulit diprediksi. Apalagi balap motor berkaitan dengan izin keramaian lewat kepolisian,” wakil Eddy Horisson yang rutin jadi Race Director event balap motor papan atas Indonesia dari IMI.

Kalau begitu sabar saja. Miolo

 

 

BAGIKAN

Warning: A non-numeric value encountered in /home/maniakmo/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 353