nhk

Desakan Rossi Berhasil: Tester Yamaha Bukan Pria 37 Tahun Di Jepang, Tapi Yang Muda Berbasis Di Eropa

ManiakMotor – Selama ini Yamaha hanya punya tester yang umurnya lebih muda 2 tahun dari Valentino Rossi, “Ya, kami hanya memiliki tester Nakasuga di Jepang, dia berusia 37 tahun. Dia tidak pernah tes di Eropa,” jelas Rossi seperti memprotes yang dimintanya sejak tahun lalu agar diganti dan punya basis tes di Eropa.

Protes Rossi itu didengar Yamaha. Ke depan akan ada tester Yamaha yang berbasis di Eropa. Kandidat testernya adalah Bradley Smith yang tahun depan nggak dapat tim di MotoGP. Juga ada Jonas Folger yang digantikan Hafizh Syahrin di Tech3. “Masih dalam seleksi,” timpal Lin Jarvis, bos Yamaha MotoGP.

Tuntutan Rossi ini ada benarnya. Lebih praktis untuk mendeteksi progress motor yang sedang dibangun. Komunikasi lebih mudah juga, karena menggunakan bahasa Inggris, hehe. Maksudnya lebih cepat. Apalagi kalau basisnya di Italia, ya itu negaranya Rossi dan dekat dari negara Maverick Vinales.

Rossi menenggarai kemajuan Ducati dan Honda, karena basis pengembangan mereka ada di Eropa. Benua yang paling banyak serial MotoGP-nya sepanjang musim. Hubungan tester dan pembalap inti selalu terjalin soal perkembangan yang lagi ditesting. Kan itu fungsinya tester.

Kecil mah, soal penambahan dana yang ditenggarai membengkak sampai 1.5 juta Euro. MM

BACA JUGA

Ini Maunya Rossi, Jika Basis Tes Dan Tester YamahaM1 Berada Di Eropa

Klasemen MotoGP 2018, Moto2, Moto3 2018

Jarvis Benarkan Ramon Forcada Sudah Bicara Dengan Rossi Untuk MotoGP 2019-2020

Paruh Musim MotoGP 2018: Jawaban HRC Ban Soft Marquez Awet Bukan Elektronik, Dibanding Medium Rossi

MotoGP: Cristiano Ronaldo Datang Ke Juventus (Italia), Valentino Rossi Kehujanan Duit

BAGIKAN