nhk

Di DKI Balap Liar Akan Resmi: Ya Balap Resmi Dong, Kata Chodox Dan Ceper..!

 

 

ManiakMotor – Sebenarnya sih ini baru wacana, katanya balap liar alias bali yang dilegalkan. Itu sudah dibahas Polda Metro, IMI DKI dan akan disetujui Gubernur DKI. Alasannya untuk menekan balap liar itu sendiri. Katanya bali saban malam menganggu lalu lintas, apalagi akhir pekan.

Akibat dari bali ini jalanan yang mulus semacam di lintasan Kemayoran, Pondok Gede dan sebagainya sudah tak nyaman dilewati oleh pengguna jalan umum. Coba saja sampeyan melintas di situ saat ini, ada polisi tidur alias gundukan saban 100 meter, bro.

“Padahal tujuan polisi tidur itu, agar nggak ada lagi kebut-kebutan. Hasilnya polisi tidur ini malah menganggu kenyamanan bagi semua pengendara. Di sisi lain, bali jalan terus,” kata Koh Apeng dari Champion Motor Sport atau CMS di Kemayoran. Dia tahu persis karena saban waktu melintas di Jl Benyamin Sueb yang dulu mulus lebar dan lurus, tapi sudah banyak gundukanr melintang di tengahnya. Ya, jalan ini memang legendaris untuk bali sejak bandara Kemayoran ditutup.

Makanya muncul wacana balap liar yang dilegalkan. “Sebenarnya sistemnya seperti car free day. Maksudnya saat jalanan bebas dari kendaraan, apa salahnya jalan tersebut digunakan untuk balap   liar yang terkontrol. Tentu saja di jalan yang selama ini jadi pusat bali,” kata A Judiarto, Ketua Umum Pengprov IMI DKI yang diserahkan mengurus sistemnya dan sampai saat ini masih mengkaji tata caranya.

Imam Ceper joki drag bike papan atas DKI, mantan pebali dan sesekali masih turun, punya saran sedikit. Katanya, justru bali ramai karena nggak ada aturan di sana. “Kalau sudah ada aturan, itu namanya balap resmi di sirkuit dadakan. Apalagi kalau ada uang pendaftaran segala,” kata Ceper mengingatkan.

Didukung Eko Chodox mantan pebali yang sakses di drag bike. Chodox setuju kalau hanya standar helm SNI, STNK dan SIM, misalnya. Tapi kalau sudah digiring sampai wajib wearpack, dia nggak yakin akan menghapus bali itu sendiri. “Kata dia pebali mana mungkin beli baju balap lengkap yang harganya tidak murah.  Apalagi sudah menyangkut aturan mesin yang di bali suka-suka mereka. Namanya juga balap liar, malah makin menantang nggak pakai helm dengan sandal jepit, hehe,” kata Chodox.  

Karena itu, Koh Apeng yang dari CMS tadi yang juga sesepuh balap motor Indonesia, mengimbau para penggagas melihat SERA. Itu loh kegiatan di Sentul Besar saban Senin. “Di sana memang masih bayar dengan membeli stiker Rp 100 ribu. Stiker ini bisa digunakan dalam tiga bulan. Stiker ini salah satu contoh, siapa saja yang bisa masuk arena. Kalau soal kelas, ndak ada di bali yang penting motor seimbang,” kata Apeng.

Begitu. MM  

BACA JUGA

Taruhan Balap Liar (Bali) Jupiter Z Vs Mio, Harusnya Ditiru Regulasi Drag Bike..!

Drag Bike Ramai, Balap Liar Lebih Ramai?

Modifikasi Mio Liaran: Julukannya ‘Juragan’ Di 500 Meter, Jago Kelas 58 Klep Bebas

Drag Bike 2016: Piston Moto 1 (One) Racing, Tipe Casting 4T Ampuh Di Liaran Selembaran

Piston Moto 1 Racing: Seher Lahir Dari Riset Liaran. Liaran Sebentar Lagi Legal..!

BAGIKAN