nhk

Di Yamaha Atau Ducati, The Doctor Tetap Berjudi

 

Maniakmotor.com Pak dan Mas, judul-judulan itu bukannya menuduh Valentino Rossi suka main judi lho! Tapi, mengacu pada kondisi The Doctor terkini, ya sekarang. Di saat dia harus memilih, mau as atau joker. 

 Syukur-syukur warna kartunya sama. Masa depannya sama dengan main kartu.

Kartu apa saja, sama di tangan Rossi. Sebelum seri 11 di Indianapolis, Amerika,  pertengahan bulan ini –  nggak lama lagi  Rossi harus ambil keputusan. Lanjut di Ducati atau cabut  ke Yamaha. Di Ducati motornya pelan, sampai di Yamaha tetap pelan, itu dia persoalan. Hehe… becanda, lae.

Anak Italia itu bilang tak mudah memilih kartunya. Kini Rossi pada tahap menentukan  masa depan atau tepatnya MPP (Masa Persiapan Pensiun) dalam umur 33 tahun. “Ini perjudian panjang. Saya ingin pensiun saat berprestasi, harus diperhitungkan banyak hal. Ini sama sekali bukan uang,” tegasnya.  

Lha iyalah. Wong di Ducati atau Yamaha, doski sama-sama dibayar mahal kok. Masalah kan hanya tak kunjung naik podium. Jika terus menggeber Desmosedici GP12, Rosssi diperkirakan dapat uang lelah 1 juta Euro atau sekitar Rp 12 milyar per balapan. Itu dari gaji, sponsor maupun bonus. Semusim, kalikan saja dengan 18 seri lomba. Tetapi risikonya sampai tua hanya berkutat menyeting motor.

Balik ke Yamaha pun duit Rossi pasti bakal lebih banyak dari yang nulis maupun baca berita ini. Kalau ia ke sana, niscaya Marlboro bakal ikut sebagai sponsor. Potensi Marlboro ini pula yang bikin Yamaha setia menanti keputusan Rossi dan tak buru-buru mencari pengganti Ben Spies. Spies sendiri telah tahu diri dan kemudian undur diri.  Untungnya tak sampai bunuh diri hahahaha!

VR46 memang tahu diri dalam berjudi prestasinya. Dilema terbesar balik ke Yamaha adalah keok dan bakal pensiun dengan dipermalukan Jorge Lorenzo. Lorenzo kini berada di usia emasnya seperti Rossi pada 6-7 tahun lewat, tengah dielus Yamaha, dan pastinya lebih tahu karakter YZR M1 versi 1.000 cc. Jika itu yang terjadi, mana maulah Rossi balik sebagai calon pecundang. Makanya dia tidak buru-buru bilang no or yes.

Tinggal di Ducati pun pening juga kalau performanya seperti sekarang. Pamornya sebagai penghibur kebut-kebutan lambat tapi pasti akan meredup. “Di sisi lain, aku masih sangat terobsesi untuk meraih tiga gelar dengan 3 pabrikan berbeda. Aku ingin jadi pembalap pertama yang melakukan itu,” tambahnya.

Satu-satunya alasan Rossi untuk berpikir tetap di Ducati adalah janji Audi AG selaku pemilik baru Ducati. Yang buat janji tak kepalang tanggung, yakni Rupert Stadler yang jadi nomor satu di pabrikan mobil top Jerman itu. Masalahnya, sebesar apa keterlibatan Rossi dalam proyek ambisius itu, semua harus tertera dalam perjanjian kontrak. “Pekan ini akan ditetapkan detailnya. Saya harap bisa membuat pengumuman sebelum GP Indy,” tutup The Doctor.

Bukan gara-gara uang, tapi gara-gara judi. Yang jelas bukan judinya bang Rhoma. Judi..?  Andro

BERITA TERKAIT:
Akhirnya Rossi Pilih Yamaha
Catatan MotoGP Sirkuit Teknikal, Termasuk Rossi Korbannya
High Side, Efek Sokbreker Belum Terpecahkan Di MotoGP
MotoGP Amerika, Understeer The Doctor
Stoner: Saya Tak Bakal Menyerah, Bro..!
Obrolan Rossi dengan Bos Audi, Soal Ducati MotoGP
Antara Rossi, Marlboro, Yamaha dan Ducati
Rossi Ke Yamaha…
Rossi, Bukan Gara-Gara Uang
Rossi Bikin Tim Sendiri dan Cal Crutchlow Ditarik Ducati, Diulur Yamaha
Catatan MotoGP, Harga Diri Rossi Dicolek..!
 


 

 

BAGIKAN