nhk

Djarum 76 Trial Game Bojonegoro, FFA Warrior!

 


ManiakMotor – Standing applaus artinya tepuk tangan sambil salto, hehe, selalu diberikan pada peserta Djarum 76 Trial Game (D76TG).  Kostruksi mainan ini, memang dibikin harus diberi aplus. Coba tanya pada penonton yang hadir di sirkuit Jln. Veteran-Sukorejo, Bojonegoro, Jatim (13-14/7), pasti jawabannya sambil yel-yel pada putaran kelima dari sepuluh seri D76TG. 

Genta Auto & Sport (GAS) adalah pembetot gas D76TG.  Mereka mempromosikan rokok, eh, trial game pada pemain asli trail. Siapa yang tidak kenal Denny Orlando, Aris Setyo, Andy Suryanto dan Wahyu Gareng Wijayanto. Mereka para ‘penerbang’ SE nasioal. Hehehe lagi, kayaknya hanya Denny dan Aris deh penggaruk tanah nasionalnya. Yang lain maaf ya.. 

Makanya, GAS membagi game ini jadi empat kelas. Ada FFA, lokal, minimoto dan open. Spek motor dan skill pembalap yang membedakan kelas tersebutHandicap yang dilewati juga beda. FFA paling tinggi yang diikuti Denny dan Aries,” sebut Jim Sudaryanto, selaku kumendan Racing Committee (RC). 

Berarti FFA kelas utamanyaMereka bisa melahap semua rintangan tersedia. Kalau tidak dilarang regulasi pun, tribun penonton ikut disikat. Sssst…  hati-hati nulisnya kebablasan. Eit, tulisannya mirip pemain FFA yang punya jam terbang tinggi. “Regulasi FFA jenis motor bisa bebek, sport modifikasi, trail & SE (2tak & 4tak) yang kapasitas maksimal 400 cc. Peserta bebas,” sambung Mas Jim lagi, sapaan ketua RC tadi. 

Dari 19 starter yang ikut FFA’kuda terbang’ yang dipakai lumayan beragam. Di sana ada  Yamaha YZF, Husqvarna TC, Honda CRF, Kawasaki KXF, Suzuki RMZ, KTM dan Monstrac. Walau diperbolehkan ikut FFA, kayaknya gak ada peserta bebek tuh. Lha, ndak imbang to yang dilawan special engine. Mau digoreng, apa?  

“SE yang dipakai dengan di motocross. Dari awal ikut trial game sempat beberapa kali ganti. Mulai Kawasaki KX250F, Suzuki RM250Z, KTM, dan Hasqvarna,” kata Denny Orlando dari tim Cargloss AHRS IRC Orlando Riding Forum. Denny setiap gilirannya dipanggil MC, penonton langsung berdiri sambil bertepuk tangan. 

Penonton kian histeris tat kala Deny Orlando Vs Aris Setyo dilepas. Itu semacam pertarungan puncak. Skill dan fisiknya keduanya masih mumpuni. ”Haet 1, 2 dan 3 imbang, finishnya kalo tanpa bantuan timer yang sensitif susah dibedakan siapa pemenangnya.  Sayang, heat 4 motor Denny trouble, seperti anti klimaks,” nilai Aris yang crossser asal Kediri dari tim HMM (Haji Mahmoed Maboer) dan tahun lalu juara nasional supercross.

Plok, plok, ploook… Ardel 

 

 

BAGIKAN