nhk

DKI Konsisten Dapat Emas Di Balap Motor PON

 

ManiakMotor – DKI Jakarta dalam tiga kali Pekan Olahraga Nasional (PON) dalam cabang balap motor konsisten dapat emas. Tuntutan profesional, pembinaan balap motor di DKI jalan.

DKI adalah pusat produsen motor, produsen spareparts, bercokolnya soal teknologi teknis membalap sampai modal sirkuit seperti Sentul Besar, Sentul Kecil, plus Kemayoran. Tim-tim pabrikan juga kebayakan di Tjakarcha, bro..!

Sejak di sirkuit Sekayu, Sumatera Selatan atau PON XVI, pertama kali cabang balap motor dipertandingkan, DKI sudah dapat  emas walau tidak mendominasi. Saat itu peraturannya jauh dengan aturan teknik dalam dua kali PON belakangan. Di Sekayu masih memakai alat yang dibawa Pengda IMI masing-masing. Pakai uderbone  2-tak yang aturannya tune-up atau sama dengan kejurnas. Motornya kenceng, benar-benar balap motor adu terampil pembalap dan mekanik. Bukan seperti sekarang adu pelan, akhirnya yang cepat pemenangnya. Maksudnya dari motor standar yang pelan itu, tetap ada yang kencang. Hahaha, bingung ya. Sengaja…

M Fadli yang di PON XVIII Riau bertindak sebagai pelatih DKI dalam dua kali PON di Sekayu dan Kalimantan Timur, rajin mendulang emas. Di Sekayu penantangnya Jogja dan Jateng. Di Kaltim, ya, Kaltim sendiri dan Kalsel yang di PON XVIII Riau ini tak dapat apa-apa.

“Sejak awal kami telah membentuk tim, termasuk di dalamnya kebugaran fisik pembalapnya. Di beregu sebenarnya emas bisa di tangan, tapi Rey Ratukore kelelahan dari ARRC,” jelas Judiarto, Ketua Umum Pengprov DKI.

Hasil akhir di PON XVIII Riau, DKI dapat satu emas lewat perorangan dengan alat Jupiter MX 135 cc tapi entah kenapa disebut kelas 125 cc. Rafid Topan yang dapat emas di nomor itu, degan MX juga pemegang best lap sirkuit Bangkinang, Kampar, Riau. Satu perak lagi didulang dari kelas beregu 125 cc lewat M Nurgianto dan Rey Ratukore.

Pembalap DKI sejak dulu dikenal memiliki teknik mumpuni. Namun punya kelemahan soal disiplin pada fisik. Makanya dalam PON Kali ini dimasukkan instruktur fisik dari IMI Racing Academy Motocross yang bernama Gandung Darmoko. Dia berhasil menyusutkan bobot Rafid Topan sampai 50 kg.  

Pendeknya dalam kosistensi ini, DKI hanya bisa disaingi Jateng yang juga rajin mendulang medali. Tapi di PON XVIII Riau ini mereka tidak dapat emas, hanya perak dan perrunggu. Adit

BERITA TERKAIT:

Hasil Semua Sesi Balap Motor PON XVIII Riau, 10 – 11 September 2012

Balap Motor PON XVIII Riau, Perorangan 135 cc, Emas Disapu Rafid Topan (DKI)

Balap Motor PON XVIII Riau, Medali Banyak Di Jawa, Bukti Kompetisi..!

Simulasi Kontingn PON DKI Di Kemayoran

Balap Motor PON XVIII Riau, Kans Pembalap Ceking



 

BAGIKAN

Warning: A non-numeric value encountered in /home/maniakmo/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 353