nhk

Dorna Sport Perhatian Ke Indonesia MotoGP 2017, Tetap Ditagih Jaminannya, Makin Berat..!

 

ManiakMotor – Walau ketidakpastian, Dorna Sport masih terus perhatian. Dorna masih mengabaikan Finlandia dan sebagainya untuk jatah salah satu seri MotoGP 2017. Mereka masih bernafsu dengan penggamar MotoGP di Indonesia yang padat.

Tentu juga pasar terbaik produk motor yang jadi bagian promosi peserta di MotoGP. Indonesia negara pembeli bukan pencipta  produk motor, hehe. Apa saja dibeli di Indonesia ini kalau cerita motor,  entah itu produksi Eropa, Amerika, Cina, apalagi Jepang, waw beli terus walau ekonomi lagi pahit. Tapi itu, Dorna tetap berpegang pada bisnis alias money..! Mereka tetap menunggu gerakan Indonesia soal renovasi sirkuit Sentul dan sebagainya soal syarat. 

Seperti kata Deputi Kemenpora Gatot S Dewa Broto pada Senin (11/1) saat ribut-ribu rapat terbatas yang terkait Keppres MotoGP 2017. Katanya ada tiga harus dipenuhi Sirkuit Sentul. “Pertama, menyelesaikan master plan dalam waktu satu minggu oleh Tinton Suprapto. Kedua, menyelesaikan kontrak dengan Dorna. Ketiga, menyerahkan Surat Pernyataan yang berisi kepemilikan Sirkuit Sentul oleh Tinton Suprapto selaku dirut dan Tommy Soeharto selaku komisaris utama. Tujuannya agar keduanya bertanggungjawab jika ada masalah hukum di kemudian hari. Keppres MotoGP tidak akan pernah ditandatangani Presiden jika tiga hal itu tidak diselesaikan,” ujar Gatot.

Jadi ironi karena Dorna baru mau bikin kontrak bila ada jaminan dari pemerintah Indonesia. Sedangkan syarat di atas, pemerintah justru menunggu kontrak dari Dorna. Wah kusut kan. Sementara, kata Gatot dana dari APBN tak mungkin disalurkan pada swasta seperti badan usaha Sirkuit Sentul. Sedangkan pihak Sentul nggak sanggup bila diserahkan pada pasar alias bisnis murni. Nggak ada dana awal… yang diperkirakan minimum Rp 200 miliar.

“Makanya Sentul dan pemerintah saling mendekati. Bila MotoGP itu milik pemerintah, mereka harus menyadiakan sirkuit. Nah sekarang ada sirkuit, tapi butuh perbaikan sesuai standar MotoGP. Ini kan menjadi urusan pemerintah, karena mereka sebagai penyelenggara MotoGP, Sentul hanya menyediakan tempatnya,” jelas Irawan Sucahyono, Circuit Advisor Sentul saat dihubungi 23 Januari 2016.

Di balik lagi kalau Sentul yang melaksanakan sesuai bisnis ke bisnis, kalau Sentul sanggup, mungkin nggak perlu ke pemerintah seperti saat ini, kaleee. Itu MotoGP sudah lama terlaksana. Karena nggak sanggup itu, mereka butuh pemerintah. Sebagian besar dampak MotoGP ada di Indonesia pada kebesaran Indonesia di dunia parawisata dan sebagainya.

“Pemerintah juga punya usaha yang berkaitan dengan industri sepeda motor dan olahraganya. Dua hal ini yang belum ketemu. Kalau dana penyelenggaraan sih Sentul sanggup, dua bulan sebelum race-day boleh setor 50 persen dulu ke Dorna. Yang dibutuhkan Dorna itu kontrak dengan berbagai syarat untuk jaminannya,” tambah  Irawan sembari berbisik seharusnya dana itu bisa masuk APBN. Alasannya beberapa infrastruktur seperti perbaikan jalan menuju sirkuit, jalan pintu masuk dan sebagainya adalah fasiltas negara. Katanya bila jalan itu juga tak diurus, MotoGP susah juga terlaksana. “Mau macet dengan hanya dua pintu akses???” kata Irawan.          

Yaaah makin berat, tenggat waktu diberikan Dorna tinggal beberapa hari ke depan. Masak kalah sama Thailand. Makin miris MotoGP di Austria dan Ceko cukup Walikotanya yang urus dan beres siap berlangsung. MM

BACA JUGA

MotoGP 2016: Bisnis Merchandise Marquez Dan Rossi Bubar

MotoGP 2016: Kontrak Yamaha 2017 Lihat 3-4 Seri, Apakah Rossi Pensiun? Lorenzo Ke Merek Lain?

MotoGP 2016: Redding Bersumpah Akan Podium Dengan Ducati, Terget 6 Besar

MotoGP 2016: Lorenzo Mulai Khawatir, Terutama Pada Elektronik Yang Katanya Kuno

MotoGP 2016: Rossi Yakin Soal Karirnya, Saingan Dia-Dia Juga, Bangun Motor Dari Nol

 


BAGIKAN