nhk

Drag Bike 2013; Bayaran Joki Dari Resmi Sampai Liar, Ratusan Juta..!

ManiakMotor- Sudah rahasia umum para joki papan atas drag bike ada yang benar-benar bertarung resmi ada juga yang balap liar. Tentu saja dengan bayaran yang menggiurkan yang dikenal dengan start money.  Ya itu jasa keahlian mereka memacu motor trek lurus.

Ingat kan Imam Ceper saat kepergok lagi geber Mio di trek liar. Padahal doski ini pemain papan atas drag bike resmi. Menurut Ceper saat lengang ada tawaran menggiurkan kenapa tidak? “Dapatnya dari persentase jika menang. Paling dapat 20 persen, tergantung transaksi,” kata Ceper yang bercerita soal start money di bali.

Iitu liar. Mari cerita resmi. Eko Chodox, joki kondang asal Semarang, Jateng cerita duit THR yang mau dibagi Chodox. Hahaha… Dalam catatan Chodox, pertengahan 2013 ini dia punya duit resmi minimal Rp 355 juta. Yang tidak resmi hanya sesekali, hehe. Dari nominal itu, diakui oleh ayah satu putri itu ada yang disebut start money (ST) alias jasa geber motor.

Nama kondang seperti Chodox, podium atau tidak, tetap bawa kangtaw. Tapi apa iya, joki sekelasnya  tak podium? Chodox dan Ceper bukan satu-satunya memerlakukan uang jasa, yang lain juga begitu. “Joki  drag adalah profesional. Butuh skill untuk kerjaan mereka, sudah sepatutnya dapat ganjaran nominal,” sungut Muflikhun, manejer Hendra Kecil dengan semangat 46.

{Flash=images/IklanYamaha/yamahapromo.swf|width=500|height=160}

Lantas, berapa nominal ST joki drag? Dari kasak-kusuk pada beberapa joki disimpulkan pada kisaran Rp  250 ribu sampai Rp 1 juta per kelas. Harga itu tentu tergantung siapa jokinya, juga siapa yang mau pakai. Kedekatan emosional dan personal begitu lah sampai di bali.

Dalam satu event bisa sampai 12 – 20 kelas yang dilombakan, “Kolo diambil angka kasar Rp 10 – 15 juta per event, ya lumayan. Karena tiap minggu ada event,” sebut Chodox yang secara blak-blakan mengatakan tarif ST Rp 250 ribu per kelas untuk tim di luar kontrak resmi. ST berbeda bila diundang ke luar daerah. Itu sudah paket di atas Rp 10 juta di luar penginapan dan tiket pesawat. Kalau liar? Eh, Eko malah senyum…

Aar, owner tim Bujange Kedanan Balap dari Purwokerto bererita. Katanya setiap ada event, sebelum berangkat transfer dulu ST ke beberapa pembalap.  “Ada model paket dengan mesin ada juga eceran, hehe. Contoh Hendra Kecil, dia kontrak dengan Pele, sementara kita pesan mesin ke Pele, biasanya lebih bersahabat. Bila podium, amplopnya bagi dua,” ungkap karyawan Bank  yang lebih senang bawa pulang piala dari pada amplop. Weleh-weleh…

Tidak semua tim direpotkan dengan ST. Tergantung motor dipakai, time bagus alias kenceng, jokinya yang minta join, “Kompensasinya pada uang hadiah,” sebut Anton Andriansyah, salah satu ‘makelar’ balap yang rajin beredar di drag Jateng.  Tapi ia tidak cerita soal kompensasi bagi dana di bali, hehe.

Anton lantas sebut, untuk yang belum ketahuan time-nya, biasanya si joki bukan ST, “Tapi terima bersih dari amplop, kalo podium pertama kisaran Rp. 750 ribu. Kenal motor bikinan mekanik ternama kisaran Rp 300-500 ribu,” sebut Anton sembali merinci pembagian hadiah untuk ‘tarif’ Jateng, 50% pembalap, 25% mekanik, 25% crew.

Mantap dong. Ardel

BACA JUGA

Drag Bike 2013; Ninja Standar Berlanjut Liaran, Taruhan Puluhan Juta..!

Drag Bike 2013; Eko Chodox Ingin Pecahkan 6.776 Detik FFA Dan 7.260 Detik Bebek 200 Cc

Drag Bike 2013: Trek Lurus Didikte Ilmu Road Race




BAGIKAN