nhk

Drag Bike 2013, Bobot Joki Jagoan Di Bawah 45 Kg..?

 


ManiakMotor – Bobot yang ringan jadi modal utama  joki drag bike. Tentu saja harus didukung keterampilan betot gas.  Eko Chodox  yang tubuhnya hanya 40 kg, pemegang rekor tercepat di 201 meter versi maniakmotor.com. Dia pernah berlari 6.940 detik dengan KTM 250SX.

Bukan berarti di atas 40 kg joki tersebut tidak bisa iris angin lintasan. Bowo Samsonet berat badannya 47 kg. Dia joki langganan tercepat di FFA dan kelas-kelas diikutinya. “Di kelas tertentu, bobot memang menentukkan. Di drag memang jarang yang bobotnya di atas 50 kg,” sebut Samsonet yang juga tukang setting tim MC Racing TDC yang pernah tembus 6,979 detik pakai Honda Nova Dash.

Di matik joki yang ringan seperti kuncian. Itu sebelum ada aturan minimum 115 kg yang ditimbang bersama joki. “Percuma bobot joki ringan dengan regulasi tersebut,” jelas Tomo dari TSS Adnoc Tomeco. Lho, nggak salah tuh pendapatnya? Justru regulasi yang  bobotnya bertambah, jokinya yang dibikin ringan? “Bukan begitu! Aturan bobot sekarang di matik, mendingan pilih joki bobotnya 50 kg ke atas, tanpa perlu memberi bobot tambahan pada motor,” terang Tomo lagi. Ya, itu yang benar. Tapi bila jokinya di atas 60 kg, juga kelewatan bro.   

Sama yang dilakukan R. Cholid Teor. Dia justru menambah berat badan, bukan mengurangi atau diet. Beratnya sekarang 49 kg. Program itu agar motor lebih ‘diam’ saat melaju. Jejak ban ke aspal lebih kuat  gripnya. Tahun lalu Olit– begitu sapaan Teor – 43 kg. “Berat segini kesulitan mengontrol mesin-mesin 2 tak terutama KTM 250SX,” tutur Olit penggeber special engine andalan Abirawa DMC Racing di FFA dan Campuran 2-Tak s/d 250 cc. Olit pernah catat 6.971 detik dengan KTM tersebut.

Ricko Leonardy atau Ricko Bochel yang punya kiloan 41 kg, turun di matik non-FFA berat badan segitu dirasa cukup. Tapi terasa melayang saat pakai KTM 250SX diFFA. Badan dia katanya mau terlepas dari motor akibat gaya tarik power besar dan embusan angin. Wuuuuzzzz…

Kembali ke Chodox yang mengaku bobot 40 kg sudah cukup. Takaran segitu tak perlu dikurangi dan ditambah. Mirip-mirip dengan Dwi batank yang 45 kg dan pernah 40 kg. “Yang ideal itu adalah pembalap yang tinggi, tapi ringan. Dia mudah mendistribusikan perpindahan bobot dari start ke posisi motor untuk melaju,” analis  Muhammad Farid atau Popo dari Wahana Baru Motor, Bandung.

Intinya dari skill, ya buktinya Chodox yang 40 kg merasa pas pakai KTM 250. Toh  dari semua joki papan atas itu, bila dirata-rata 45 kg. Itu berat yang ideal di drag bike seperti judul di atas. Jadi bila brosist beratnya 60 kg ingin jadi joki, jangan harap menang deh. Adit


BERITA TERKAIT

Jelang Drag Bike Jepara, Hadir New Jupiter Pele200 cc!

Drag Bike Magelang, Campuran 4-Tak 250 cc, Giliran FU Kolor Ijo..!

Drag Bike Magelang, Sentilan Honda Karisma Di Bebek 200 CC!

Drag Bike BSD, 4-Tak 250 CC Campuran 7.418 Detik, Bisakah Dilewati FU..?

Drag Bike Banjarnegara (Pecah Rekor), Tendangan FU Bima 07.483 detik..!

 

 

BAGIKAN

Warning: A non-numeric value encountered in /home/maniakmo/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 353