nhk

Drag Bike 2013 Cimahi Bandung; Belajar Start Ala Kodok

 

 

ManiakMotor – Trik start baru tapi lama muncul di lintasan Brigif, Bandung, Jawa Barat (Jabar). Beberapa peserta start melompat, ya mirip kodok saat start. Tapi bukan Chodox yang punya Eko, dragster top dari Semarang, Jawa Tengah. Tetapi trik sebenarnya sudah ada di Eko sejak lama, makanya disebut Eko Chodox.

Layaknya kodok benaran, sensor start dilompati dengan harapan waktu tempuh bisa dipangkas, karena motor sudah melaju sebelum lampu hijau menyala. Namanya coba-coba ada yang berhasil namun kebanyakan gagal di event Kejurda GM Drag Bike Jabar pada 9-10 November 2013 ini.  Yang berhasil pun, catatannya tidak lebih cepat. “Saya pernah coba start seperti kodok, dan sulit bisa melakukan start mulus bila tak biasa,” buka Saiful Cibef yang di Brigif memacu motor dari tim SHRT.

Menurut Cibef, ketika pembalap berhasil melompati sensor maka langkah selanjutnya mengkoreksi putaran mesin. Tujuannya laju motor bisa dinetralkan. Maklum saat meloncat  putaran mesin berlebihan, efek negatifnya motor menjadi liar. “Jadi percuma, meskipun motor keluar start lebih cepat, dengan ditutupnya throttle maka waktu akan terbuang,” katanya.

“Lebih baik start normal aja,” timpal Sabrina Sameh dari Anker Sport Hariot’s Feat Keyspeed Lupromax IRC GM AHRS. Sameh vokal menyoal perilaku meniru kodok, menurutnya teknologi lampu start saat ini memiliki celah dimanfaatkan, namun dirinya tak mau, “Masih banyak cara lain lebih cepat, khawatirnya, ketika sistem sensor start diubah malah susah mngubah kebiasaan,” ujar cewek ehem itu.

Rikky Onyes salah satu pembalap yang coba tiru kodok. Baginya selama tidak jump start ndak masalah dong. Sempat berhasil melompat, namun banyak gagalnya bro. Karena momen meloncat tidak akan sama setiap kali start, kadang mulus tanpa perlu tutup gas. Tapi kelihatannya lebih banyak ketiggian rpm sehingga repot koreksi laju motor.

Itu namanya harus kebiasaan dan tahu tekniknya cermat seperti Eko Chodox. Mendingan belajar sendiri di lampu merah, hehe. “Maka saya minta pembalap tidak usah coba-coba jadi kodok. Start normal saja, biar terlihat apa yang kurang dari motor dan skill pembalap. Itu lebih fair,” kata Popo, mekanik dari Wahana Baru Motor Bandung.

Anas Riswanto selaku pimpinan lomba dari balapdihajat Trendy Sport Club (TSC) menganggap hal tersebut sah-sah saja, “Selama tidak tertangkap sensor jump start, catatan waktunya tetap keluar dan dianggap sah. Maka kedepannya harus di rubah lagi aturannya, misal dengan cara menambah tinggi sensor jump start ataupun cara lainnya,” katanya.

 Artinya regulasi harus melihat situasi lapangan.  AN

BACA JUGA

Hasil Drag Bike Cimahi Bandung, Jabar, 10 November 2013

Drag Bike 2013 Bandung Cimahi: 250 Starter Label Kejurda Jabar, Burn Out Harus Lama

Drag Bike 2013 Cimahi Bandung: Sabrina Muncul, Indrie Belum Ada, Target 7.6 Detik..!

Drag Bike 2013 Slawi; Kejutan Bebek Tune-Up 130 cc 7,959 Detik Oleh Eko Chodox, CDI Rextor!

 

 

BAGIKAN

Warning: A non-numeric value encountered in /home/maniakmo/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 353