nhk

Drag Bike 2013; Empat Aktor Trek Lurus Indonesia, Nggak Tau Kalau Liar…!

ManiakMotorMinggu ini (18/8) ‘panggung’ drag bike kembali buka layar, para aktor pun siap kembali beraksi. Sebelum mereka beraksi pasti  brosist sudah kenal, kenal kan tandanya sayang. Sebut saja ko Chodox, Dwi Batank, Hendra Kecil, Tony Chupank dan masih banyak. Tapi empat nama ini dulu yang diulas yang lain menyusul.  Tak usah kecil hati, karena baru mereka yang bisa di bbm dan sms yang lain belum jawab, sibuk lebaran. Ntar kolo THR sudah habis baru jawab kalee Ardel

EKO CHODOX

Eko Sulistyo alias Eko Chodox asal Semarang, Jateng, lahir 3 Maret 1985 boleh dong perannya bisa disebut setara Dedy Mizwar di dunia seni peran.  Gengsi film terangkat bila ada Wakil Gubernur Jabar itu. Sama juga  event drag bike begitu bila ada Chodox.

Kata orang dia setengah ‘mencuri satart’ tapi tidak kena jump start, ya karena cerdik. Ketepatannya membaca interval lampu jitu di Indonesia. Seolah punya sihir, semua motor yang  digas, punya peluang podium. Di Purwodadi lalu, ada motor di join 7 pembalap, tetap saja dia yang tercepat,”nilai Drs. Lilik Kusnandar, pria langganan pimpinan lomba yang  kenal dekat Chodox sejak awal kariernya.

Soal sensor lampu, hingga berita ini diketik Chodox belum bersedia bongkar rahasia. Yang jelas Mas Eko saban waktu latihan di lampu merah jalanan, tapi pakai helm loh. “Chodox paham mesin, dalam kondisi tertentu ia bisa setting sendiri sesuai maunya,” jujur Raditya Rangga, bos tim Kolor Ijo.

Karenanya, Chodox dipercaya betot  FU miliknya di Wonosari lalu. Sampai saat ini catatan 7,260 detik belum terpecahkan. Motivasinya, drag bike adalah sandaran hidup Chodox dari catatan fantastis sampai FFA dengan KTM SX250 yang 6.776 detik.

{Flash=images/IklanYamaha/yamahapromo.swf|width=500|height=160}

DWI BATANK   

Dwi Batank juga adalah joki asal Semarang, Jawa Tengah yang masih bisa dihubungi kendati sibuk lebaran. Kebetulan doski disejajarkan dengan Chodox keterampilannya memacu motor lurus. Joki bernama asli Dwi Prastiyo ini, dikenal punya mental berlapis, tapi tidak macam kue lapis, brosist. Jika itu sih manis dan lembek.

 Eko Chodox  pada satu kesempatan pernah mengakui Batank. Artinya Batank adalah salah pembalap yang masuk dalam hitungan Chodox.  Juga portal ini pernah ‘mensetting’ mereka berdua untuk foto bareng, bahasa tubuh Chodox menolak tawaran itu. Hahaha....

Bebek 200 cc adalah salah satu spesialis joki andalan tim Abakura Ditra Jaya Solo ini. Kerap bermain di liaran, “Efek sering bermain diliar membuat nyali Batank ON terus, juga istimewa membaca lampu. Makanya, Chodox anggap dia ancaman serius. “Saya sih cukup konsentrasi menjaga mesin sambari feeling dengan interval lampu start,” kata Batank. Tapi liarnya hangan banyak-banyak bro.

Teknik oper gigi dengan ketepatan rpm dari kaki dan tangan kanannya juga lumayan akurat. Itu membuat motornya nyambung terus tenaganya. Sisi lain, Batank punya kelemahan soal emosi yang tinggi. Suatu ketika, tapi portal ini pernah jadi saksi efek emosinya yang berujung jump start

HENDRA KECIL

Bicara kelebihan teknis, Hendra Kecil yang asal Magelang setara dengan Dwi Batank. Si Kecil yang memang kecil itu punya naluri alami karena memang dari kecil sudah terbiasa ngegas motor. Umurnya saat ini baru 14 tahun. Apalagi lulusan motocross dari special engine pembibitan soal pindah-pindah gigi kudu berirama.

Kelebihan lain badan yang mungil ikut meringankan pacuan. Coba lihat ketika ia menaklukkan Jupie QS di event pantai Depok, puasa  lalu.  Terus rutin mengasah feeling dan skill di rumah, juga jaga fisik dengan main motocross di sirkuit samping rumah nilai plus.

Toh, di usia yang masih muda dibanding joki lain, HK begitu julukan putra mantan pembalap Muflikhun ini punya kelemahan di soal mood.  Ya lah…, rutinitas balap yang tiap minggu tetap menjadi pemicu kejenuhan, bocah ini mestinya lagi asyik-asyiiknya bermain. “Lha aku kalau balap ya balap saja tanpa harus pikir juara atau tidak, yang penting cepat,” kata HK. Tuh.

TONY CHUPANK

Terakhir ada nama Tony Chupank yang akhir-akhir ini melejit? Ia bisa konsiten di setiap event di paruh musim ini. Sebelum Chodox dapat rekor lewat FU Kolor Ijo, justru dia yang dapat memecahkan rekor Honda Sonic juga dengan motor FU yang sama dipakai Chodox.

 “Dia bermain stabil, terhadap lampu dan karakter masing-masing motor,”komentar  Rangga Aditya, bos Chupank di tim Kolor Ijo. Atas dasar itu mungkin Chupank masih di pertahankan hingga saat ini. Meski diakui si bos, Chupank masih sering kurang fokus, bila ada masalah diluar balap dan nggak bisa nahan sakit.  

BACA JUGA

Drag Bike 2013; Honda Sonic Thailand, Yakin Lewati 7.260 Detik Bebek 200 CC

Drag Bike 2013; Trek Lurus di Atas Angin, Pabrikan Ikutan

Drag Bike 2013; Bayaran Joki Dari Resmi Sampai Liar, Ratusan Juta..!

Drag Bike 2013; Ninja Standar Berlanjut Liaran, Taruhan Puluhan Juta..!

Drag Bike 2013; Eko Chodox Ingin Pecahkan 6.776 Detik FFA Dan 7.260 Detik Bebek 200 Cc

BAGIKAN