nhk

Drag Bike 2013; Jagoan Bebek 4-Tak 130 Cc, Rata-Rata Pakai Karbu PWK Sudco 28

 

ManiakMotor – One Make Race alias OMR karbu PWK Sudco 28 terjadi di Bebek 4-Tak Tune-up 130 Cc. Berarti karbu ini dianggap lancar jaya tanjung kimpul mengirim bahan bakar ke ruang mesin di kelas paling rendah 4-tak tune-up di drag bike. Silakan intip event Mizzle Hydra Drag Bike Championship di sirkuit Honggopati, Solo, Jateng (22/12).

Pele, Mlethis, Wayang  dan Danang C-Duck mengakui Jupie ketiganya pakai PWK Sudco 28. Ketiganya pula menguasai  5 podium di Solowesi, eh, Solo doang. Karbu kisaran harga 2 juta-an rupiah ini, dipilih lantaran sudah melewati riset. Yakin deh, di bengkel para pengorek tersebut yang tersedia sudah berbagai merek karbu, bukan hanya PWK Sudco, jack.  “Dengan korekan saat ini, Sudco yang paling cocok,” kata mereka, ya mereka yang motornya menguasai kelas tersebut.

Menurut mantan pemain bola lenggendaris Brasil yang bernama Pele. “Ralat dulu deh, saya bukan dari Brasil. Saya lahir memang di zaman Pele lagi jaya, haha,” kata Pele alias M. Arif Sigit Wibowo dari Boyolali yang sebelumnya rajin  pakai PE 28. Makanya dia tahu perbedaan dua tipe karburator tersebut.

Kata mereka yang digocek Pele tadi, PE28 bisa mendukung torsi besar, tapi datangnya tiba-tiba. Juga bukan muncul dari bawah, kendati mesin sudah disetel untuk bengis di putaran awal, tapi karbu PE28 tidak mensupport.  PE baru tenang di putaran menengahnya.  Sedang PWK Sudco 28 dianggap rata.

Maksudnya rata pada semua putaran bisa dapat yang diinginkan. Memang tidak sebesar torsi PE28. “Toh bahwah lumayan kuat dan atasnya masih bisa jalan. Kalau soal setting PE28 dan PWK Sudco 28 ya mudah-mudah saja bila sering menggunakan keduanya,” dukung   Nugroho alias Potter juru korek Crypton 7,9 detik.

Sayang, Crypton si doi menghindar dari gempuran Jupiter Pele dan  Mlethis di Solo ini.  Eit, walaupun pakai karbu sama tentu  ada perbedaan seperti settingan spuyer. Ya iyalah, lha wong profil kem dan kompresi yang berbeda akan memengaruhi final gear yang otomatis juga  spuyer. Belum lagi cerita gaya joki, ya beda juga isi karbunya. Belum lagi knalpot, hehe.

”Lihat moncong karbunya, ada yang masih standart, sebagian diperbesar,” tunjuk Pele seraya menyebut moncong karbu miliknya masih dibiarkan standar saja.  Beda dengan milik Mlethis dan umumnya yang lain, bagian moncong direamer atau dihaluskan hingga 1 mm.  “Tujuannya agar bahan bakar ‘terpeleset’ saking licinnya, jadinya lancar. Kira-kira begitu, bro,” jelas Ajay, ‘tangan kanan’ Mlethis di lapangan. 

Ya sip dah, bro coy. Ardel

BACA JUGA

Hasil Drag Bike Solo, Jateng, 22 Desember 2013

Drag Bike 2013 Solo; Bebek 200 Cc Suzuki FU 40 HP 7.483 Detik, Tapi Didiskualifikasi..!

Drag Bike 2013 Delta Mas Cikarang; Kopling Gosong Saat Start Pakai Rem Depan-Belakang

Drag Bike 2013 Solo; ‘Hadir’ Suzuki FU Injeksi, Pakai Throttle Body CBR!

 

BAGIKAN