nhk

Drag Bike 2013 Pekalongan; Juara Matic 200 CC (Kejurnas)

 

Maniakmotor Dari tiga kelas kejurnas yakni bebek 130 cc, matik 200 cc dan sport 200 cc, hanya dua  kelas yang dilombakan. Saking kurangnya sosialisasi sport 200 cc hanya diikuti 2 starter. Sedang Matik 200 cc yang ‘hanya’ diikuti 16 starter di Kajen, Pekalongan, Jawa Tengah, 30 Juni kemarin yang katanya berlabel kejurnas.

Matik di Jateng memang tak begitu ramai dibanding Jabar, Banten dan apalagi DKI. “Tapi kalau cerita kejurnas seharusnya banyak yang datang, kan label nasional. Mungkin kurang pemberitahuan dan  regulasi kelas-kelas kejurnas sangat minim diketahui peserta,” analisa M. Saiman, pembalap kawakan asal Jakarta. Saiman yang memacu Mio milik Mihama Batik Melu Renes, Pekalongan, gagal finish lantaran pistonnya pecah.

Aturan bobot misalnya, masih saja diutak-atik sampai sekarang. Makanya keluar point aturan tambahan Peraturan Tentang Teknik Motor Drag Bike disebutkan untuk Matic 200 cc bobot minimum adalah 115 Kg. Itu aturan kejurnas bro, Di event  selama ini yang sering kita ikuti, matik bobot minumnya 105 Kg. Ya, harus ditambah lagi bobotnya. Ini kan mengacaukan rencana awal, memang rissetnya murah?bilang Irvan, mekanik tim Cupang Tayu, Pati. 

{Flash=images/IklanYamaha/yamahavixion.swf|width=500|height=160}

Menyoal nambah bobot ini bukan sekadar asal tambah, tampak memikirkan letak, ergonomik dan estetika. Itu sih bedanya dengan regulasi yang gampang saja diketik. “Soal catatan waktu tambah melorot dengan regulasi ini memang iya, tapi sisi kreatif tak boleh mati. Sudah kecebur ikut,” kata M. Farid alias Popo, juru korek matik tim Mihama Batik. Popo tak asal ngomong, podium 1, 3 dan 4 berhasil disabet dengan joki Stevanus Nawier dan tercepat 08.009 detik (hasil total heat 1 dan heat 2).

Popo bikin bobot 116 kg. Berarti lebih 1 Kg dari aturan, itu untuk lebih aman. Penempatan beban ada di bagian bawah rangka tengah dan jok. Pernah dicoba di bagian depan, “Motor justru liar saat star,” sambung Ardy Kurnia, manajer tim. Menariknya, beban yang dipasang di bawah jok tampak rapi jali. Pokoknya dikerjakan profesional yang bisa ditiru dari event ini dari pesertanya.

Dibuatkan dari besi setebal 1 cm dengan bentuk mengikuti desain jok,” bilang Popo yang punya dua kuncian tambahan kompresi 13,8:1  dan durasi kem 282. Katanya komposisi lumayan bisa mengatasi bertambahnya bobot 10 kg, tapi belum bisa melewati waktu Matik yang tercepat bermain 7.6 detik. Lihat saja waktu kejurnas ini bermain 8 detik. Itu pun sudah pakai teknik dengan stroke-up 2 mm seharusnya oke putaran menengah-atas. Silakan lihat foto matiknya  di bawah.

Eh, ngomong-ngomong siapa yang berhak menjawab sosialisasi kejurnas dan aturannya yang sangat minin nih? Ardel

BACA JUGA

Hasil Drag Bike Pekalongan, Jateng 30 Juni 2013

Drag Bike 2013 Pekalongan; Ini Kejurnas Bro? Ah… Maaaaaasak..?

Drag Bike 2013 Wonosari; Bebek 200 FU Kolor Ijo, Cetak 7.260 Detik Lewat Eko Chodox

BAGIKAN