nhk

Drag Bike 2013; Rekor Mio TSS Tembus 7,561 Detik, Matik/Matic 200 cc!

ManiakMotor – Durasi kem saluran masuk 273o dan buang 271o, diklaim napas mesin nggak ngos-ngosan berlari di drag bike. Bahan bakar yang disuplai ke ‘tungku’ kompresi selalu seger dengan sirkulasi yang diolah kem ini. Habis manis sepah dibuang belaku. Yang telah masuk digebuk kompresi sampai ludes, nah itu manisnya. Setelah terbakar, gas bekasnya dibuang, nah itu pahitnya. Selalu begitu, sehingga tenaganya panjang.

Sepotong spek dan masih banyak suntikan yang lain membuat Yamaha Mio milik Tomo Speed Shop di Matik Tune-Up 200 cc bisa melejit 7.561 detik. Catatan yang lumayan dan bahkan rekor saat dicetak di TDR Racing International Drag Bike Championship 2013 seri 2 di lintasan Jln. Gatot Soebroto, Indramayu, Jabar. Ya sudah, pasti juara dia di sana.

Mio ini sebenarnya saingan berat Mio 200 Pell’s Racing Top Jaya. Tapi sayang pasukan yang bermarkas di Boyolali, Jateng itu memilih off ke TDR dan pembalapnya Hendra Kecil malah ke Purbalingga. “Masih penasaran aja. Sebenarnya kalah  power mesin atau kalah hoki? Tapi nggak papa, mungkin next event bisa tanding lagi,” komentar Utomo atau akrab disapa Tomo bos TSS. Wah, rupanya dia masih teringat-ingat hadiah mobil di Pertamina Drag Bike yang dikalahkan Mio Pell’s.

Khusus event TDR ada perubhan kecil-kecil pada kompresi yang dipatok 14:1. Tetapi koil diganti dengan milik YZ. Katanya komposisi ini tepat menggebuk bahan bakar sekaligus piston ke TMB. Walau kompresi tinggi, suplai tenaga ke roda masih tenang. Joki boleh kontrol putaran mesin seuai yang dibutuhkan ketika start. Reaksi mesin terhadap lampu juga jitu dengan spek ini.

 “Sejak Senayan lalu, saya yakin power motor ini masih mumpuni. Atas dasar itu spek hanya dimainkan yang aman-aman saja. Paling setiap balap, per klep dan ring piston yang disegarkan,” sebut Tomo yang di kelas matik langganan juara di 3 kelas 155, 200 dan super FFA matik. Ya, tiga kelas matik itu pula yang juaranya akan ‘diterbangkan’ ke Thailand.

Hasilnya, tiga joki yang naik motor itu kuasai sirkuit di Indramayu. Yakni Chendy Gerry, Eko Chodox, Tony Chupank. Tidak peduli lintasan sedikit licin dengan lebar lintasan 2,7 meter, asalkan kering masih bisa dipertajam. Power motor ini masih terjaga dan nggak banyak berubah sejak mematok spek kem tadi dan karbu Uma,”yakin Chendy.

Saat final Chendy seolah punya suntikan motivasi setelah rekan satu tim Syaiful Cibief bercerita pengalaman doi saat tanding di Thailand. Wkwkwk…Full kosentrasi dan tidak membuat power motor liar dan melebar itu yang terlihat saat Chendy di final. Hal serupa juga dilakukan oleh Eko Chodox, nyatanya keduanya mampu berlari di 7,5 detik.

Pele mana nih, ditantang tuh? Tunggu dulu, Tomo belum selesai ceritanya. “Matik 200 di Thailand best time 7,4 detik, kalo dengan kondisi lintasan d isini bisa 7,5 detik, itu prestasi,” bangga Tomo. “Eh, jangan salah, matik 200 saya pernah bahkan sering di 7,5 detik coba cek lagi deh di portal sampeyan,” sungut Pele. 

Ada jawaban tuh. Tapi kayaknya kalau di portal ini baru 7.6 detik deh. Ardel

BACA JUGA

Hasil Drag Bike Indramayu (TDR), Jabar, 1 Desembar 2013

TDR Drag Bike Indramayu 2013; Blade dan Karisma Libas 130 cc!

TDR Drag Bike Indramayu 2013; Tuyul Tercepat FFA 6,8 Detik KTM SX250, Dikejar Nova Dash, Lho..!

Drag Bike TDR Indramayu 2013; Final Chodox Pertajam Waktu 7.089 Detik, Sport 2-Tak 155 Tune-Up!

Drag Bike TDR Indramayu 2013; Penyisihan Diambil Jupie MB KW2 8.176 Detik, Eko Chodox!

 

 

BAGIKAN