nhk

Drag Bike 2013; Sistem Time Dan Start Model Thailand, Segera..!

 


 

ManiakMotor – Dua hari lalu portal ini menurunkan liputan langsung balap liar (bali). Tapi, jangan dilihat ‘haramnya’, petiklah halalnya. Di tulisan itu dijelaskan, di lomba haram selalu  berhadapan motor yang mereka anggap seimbang, kendati berbeda tipe dan merek. Ditarik ke drag bike aturan mereka mirip bracket time. Kira-kira sistem ini lewat penyaringan untuk mengelompokkan kecepatan (time). Maka sesama motor yang waktunya berdekatan akan jadi satu kelas. Itu maksudnya, agar pebali lebih fokus ke balap resmi, karena terwadadahi. Bukan kah balap resmi untuk melenyapkan bali. Itu kalau lenyap, brosist.  

Penanggap paling antusias adalah Rio Teguh. Pria yang barusan terpilih sebagai Ketua Umum Pengprov IMI Jawa Barat itu, setuju drag bike jangan sampai dikuasai tim besar yang mengandalkan dana.  “Aturan ke depan tetap memberi peluang tim kecil agar eksis,” kata Rio saat bersua dengan maniakmotor.com di sirkuit Gery Mang, Subang, Jabar, 20 Januari 2013.

Maklum, Rio punya tim besar di drag bike.  Nama timnya Anker Harriot Feat Key Speed, yang tahun lalu merebut hadiah utama di seri Pertamina  Enduro Drag Bike. “Di Thailand aturan drag bike lebih adil, terutama time. Apa salahnya ditiru dan disesuaikan dengan Indonesia, jangan malu.  Jangan lupa, Thailand dan negara tetangga lain pun mengadopsi aturan road race dari indonesia, karena kita dianggap kiblat underbone 4-tak,” tukas Rio.

Makanya, akan coba diterapkan aturan-aturan yang tidak bersinggungan dengan yang telah ada. Tujuanya, memihak pada tim-tim kecil di drag bike. Terutama memakai sistem bracket time yang akan digelar di  drag bike Jabar. Supaya pembalap dan tim akan merasakan bahwa sistem ini lebih adil. Sehingga taruhan di bali berkurang. Silakan bertaruh di sirkuit saja, catatan waktunya adil. Pinggiran bro. Hehehe, becanda…

Karena sistem ini bisa menciptakan kelas sesuai kecepatan motor. “Juga akan diusahakan pengadaan lampu start yang mengandalkan sensor dari  Thailand. Sistem ini tidak ada istilahnya jump start. Dalam dunia drag yang dicari adalah waktu tercepat. Sebisa mungkin kurangi faktornya agar waktu tercepat bisa didapat semua pembalap dan tim,” tutur Rio.

Eko Chodox alias Eko Sulistyo setuju dengan sitem penyaringan ini. Baginya, bracket time akan menseleksi dengan sendirinya sesama tercepat jadi satu kelas. Nantinya ada kelas A sampai seterusnya. Tetapi, setahu dia cara ini  memakan waktu pelaksanaan. “Makanya harus dikemas apik. Sabtu sudah ada QTT untuk menentukkan kelas. Tidak boleh balapannya hanya Minggu,” jelas Chodox yang tahun ini memperkuat Abirawa.

Beda lagi dengan Vincent dari Tim Vincent Racing, dia setuju dengan bracket time. Tetapi tidak mencampur adukkan motor. “Matik ya matik, sport ya sport dengan kelas masing-masing,” tukas Vincent. “Saya setuju semuanya, asal demi perbaikan drag bike Indonesia. Apalagi pakai sistem waktu Thailand, mantap itu,” timpal Utomo dari Tomo Speed Shop yang biasa merajalela di kelas matik.

Maklum dengan sistem start ala Thailand salah satu mesin dimiliki Utomo bisa di bawah 6.9 detik. Ckckckck… Adit


BERITA TERKAIT:

Trek Permanen Drag Bike Di Klaten, Jateng, Tinggal Pakai..!

Taruhan Balap Liar (Bali) Jupiter Z Vs Mio, Harusnya Ditiru Regulasi Drag Bike..!

Drag Bike; KTM250SX Pecetak 6.940 Detik, Sedang Setting Kaki-Kaki

Drag Bike; Trial And Error Setting Final Gear

Banjir Jakarta, Mio Tercepat Drag Bike Kelelep..!

Drag Bike; Awas Suzuki FXR Abakura, Siap Tempur di FFA 2013

BAGIKAN