nhk

Drag Bike 2013 Solo; Ninja Rangka Standart Gagal 7,2 Detik, Lintasan Kurang Grip..!

 

ManiakMotorDwi Batank pemacu Ninja Rangka Standar gagal samai rekor di King Of Battle Competition (KOBC). KOBC adalah seri-6 (final) yang berlangsung di  Gor Manahan, Solo, Jateng (3/11). Padahal Batank memacu Ninja yang sama dan spek motor tak diubah sejak dari Tawang Mas, Semarang, minggu lalu yang dapat 7,2 detik.

“Lintasan Manahan sulit untuk pecahkan rekor. Aspal terlalu halus, rpm saat start tidak bisa tinggi, gampang spin, tak punya grip memadai. Tekanan ban juga mesti turun yang akibatnya, motor terasa berat,”bilang Dwi Batank yang memang tahu strategi di lintasan, Batank hanya mampu mencetak 07.475 detik di Solo.

Event KOBC  sedianya diharap pembalap top Jateng akan muncul. Tapi event ini ‘bertabrakan’ dengan balap trek lurus di Bandung, Jabar. Beberapa ngegas di Bandung macam Eko Sulistyo#157 asal Semarang.  “Nggak masalah. Starter tetap tembus 400, peserta lokal mendominasi,” kata Rifky Arifianto alias Toyip dari So-Tech Sport Club (SSC) selaku promotor. Toyip tetap sumringah, walau dia bukan Bang Toyib, kalau ini pakai ‘P’, bro

Rekor memang tak berhasil diulang. Tapi dari peserta yang banyak, pertarungan antar kelas tetap hidup. Demikian pula  Ninja Rangka Standar yang gagal pecahkan rekor tadi. “Landasan Mahanan harus punya teknik lepas dari start. Bila tak hati-hati sampai gigi dua motor akan liar, sliding-sliding,” kata Niko Sakau (Kudus)  yang diamini Okky CBM selaku juru korek.

Sejak Ninja dikorek Solikhin dari So-Tech Racing Team (Semarang) bikin rekor Dwi Batank, beberapa pelaku sangat  ingin memapauinya. “Makanya, pas start sengaja barengan dengan Batank. Ada tantangan tersendiri,” ujar Niko yang berhasil podium kedua dengan tim 07.549 detik. Lebih lengkap klik RESULT aja ya bro.

Slain persaingan sengit Ninja Rangka Standar, tampak kelas Braket Time 8 Detik menggeliat. Dari pantauan portal ini seperti di event Semarang lalu, starter mulai tembus angka 20. Ini kelas alternatif  yang menghibur, motor bebas dan siapa pun punya peluang yang sama. ‘Pemula’ bukan tidak mungkin kalahkan yang senior. Karena ini cerita membetot ketepatan waktu.

“Yang dibutuhkan tak sekedar kencang tapi harus pas dengan limit 8 detik,”  jelas Hendra Kecil (Magelang) yang mulai ‘doyan’ main di kelas 8 detik itu.“Soal pilihan mana yang lebih pas, tergantung kebiasaan pembalap. Aku sendiri biasa pakai bebek dan matik, pakai sport untuk kelas ini malah nggak bisa. Strateginya, awal tetap pacu sejadi-jadinya, jelang 25 meter finish harus bisa tutup perlahan. Pokoknya harus pas 8 detik,” tambah Hendra.

Oke deh! Ardel

BACA JUGA

Hasil Drag Bike Solo, Jateng, 3 November 2013

Drag Bike 2013 Jelang Solo; Tersulut Rekor Ninja Rangka Standart 7,2 Detik..!

Drag Bike 2013 Semarang; 7,271 Detik Rekor Ninja Rangka Standar, Dwi Batank!

BAGIKAN

Warning: A non-numeric value encountered in /home/maniakmo/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 353