nhk

Drag Bike 2014; Bebek 200 Cc, Janji Konsisten 7,3-7,2 Detik, Mampu Kah?

 

 

ManiakMotor – Tahun 2014 tinggal dalam hitungan hari. Pelaku balap lurus, khususnya Bebek Tune-Up 4-Tak  200 cc janji ada peningkatan. Tahun ini mereka hanya konstan 7,4 – 7,5 detik. Mendapat 7,2 detik dan 7.3 detik masih bisa dihitung dengan jari di tangan sebelah, jarang. Berarti masih sama dengan 2012, dong.

Jangan-jangan performa mesin di kelas ini memang mentoknya sudah di situ. Volumetrik dan antek-antek pendukungnya seperti pengapian dan  girboks sudah sampai titik habis. “Belum juga sih. Terutama pengapian yang saya lihat di drag belum digarap serius,” jelas Novel Faisal dari Rextor yang tahun depan akan fokus membantu tim-tim drag bike menyuntik setting pengapian.

Iya, bisa sih bisa, tapi bukan perkara gampang. Dibutuhkan riset panjang dan pasti akan sering terjadi trial and error alias kegagalan. Uji coba itulah yang butuh waktu, dana dan tentu saja otak. Sebab, tidak ada yang namanya uji coba langsung jadi. Faktanya, 7.2 detik sekian-sekian hanya sekali terjadi. Itu pun diakui Eko Chodox yang memacu Suzuki FU saat 7.2 itu, lantaran sirkuitnya menurun. Walah…

Tapi optimisme dan semangat terus berkarya ala manusia-manusia pemuja kecepatan tetap terpelihara. Seperti biasa mereka masih melacak pada penyegaran bentuk komponen yang dikorek-korek. “Tahun ini saja sudah bisa 7,4 detik, memang rata-rata dicetak di daerah Pantura seperti Semarang, Kudus, Tegal, Indramayu. Cuaca memang faktor pendukung. Tapi, saya yakin olah kem, klep,  per klep dan yang presisi dengan proses ruang bakar akan membantunya. Belum lagi masuknya teknologi pengapian,” yakin Pele alias M. Arief Sigit Wibowo yang dikenal dengan karyanya Jupie Pele.

Tomo dari Tomo Speed Shop (TSS), meski identik dengan matik 200, 155 dan FFA, tapi tim ini punya gacoan di bebek 200. Itu lho FU yang pernah cetak 7,2 detik lewat Eko Chodox di Wonosari tadi, “Indramayu lalu sudah 7,4 detik, tahun depan optimis 7,2-7,3 detik. Dial ulang kem dan setting CDI upaya yang bisa dilakukan. Intinya tinggal belajar ketelitian,” bilang Tomo.

FU Tomo itu, katanya lagi diriset ulang oleh Fauzan alias Conk juru korek FU dari Conk Speed. Conk kembali dilacak soal motor itu agar bisa berlari 7.2 detik walau diakui Chodox tadi, hanya kebetulan di lintasan menurun. Oh ya, Tomo juga mengkonfirmasi ulang bahwa timnya saat ini belum meminang pembalap mana pun. Ohh…

Wawan Kristiarto dari Abakura Ditra Jaya lewat FU Solo-nya justru yang pertama mempopulerkan catatan 7.5 detik bersih pada 2012. Ia yakin untuk FU masih banyak bagian yang bisa ditingkatkan. “Mesinnya belum habis dieksploitasi.  Belum lagi rangka dan suspensi yang saya yakin bisa menajamkan waktu. Persoalan saat ini material seperti kruk-as dan setang seher yang sulit. Itu mesin. Sedang suspensi belum maksimal,” jelas Wawan.

Raditya Rangga dari pasukan Kolor Ijo  yang berani menjanjikan 7,2 detik. Nggak perlu tunggu tahun depan, malah di event Minggu depan (28-29/12) di Klaten, Jawa Tengah, “Ya, asalkan tak hujan, mudah-mudahan bisa 7,2 detik, perubahan pada ratio dan noken-as,” mantap Angga, sapaan akrabnya yang saat berita ini lagi persiapan menuju kejurda drag bike Jatim di Lumajang.

Boleh juga dibatu petugas timing sistem deh. Ya, kita tunggu kejutan bebek 200 di tahun depan. Ardel

BACA JUGA

Drag Bike 2013 Jelang Solo/Jogja; Diikuti Banyak Pembalap Cewek Jelita

Drag Bike 2013 Jelang Cikarang; Matik 200 cc Akan Penuhi Terget 500 Starter

Drag Bike 2013 Jelang Jogja & Solo; Panasnya Bebek 4T TU 200 cc, Dipicu FU Punya Power 40 HP

Drag Bike 2013; Jelang Wates, Solo, Dan Karawang. Dari Malam Ke Malam

BAGIKAN