nhk

Drag Bike 2014 Cimahi; Bowo Vs Batank, Derbi Ninja Tune-Up 155!

 

ManiakMotor – ‘Derbi’ Jateng terjadi di Sumber Production Drag Bike 201 Meter Championship di lintasan Brigief 15 Kujang II, Cimahi, Jabar (23/2). Disebut derbi lantaran keduanya yang bernama Bowo Samsonet dan Dwi Batank adalah seteru satu daerah (baca: Jateng). Eh malah ketemunya di Jabar.

Keduanya bersaing di Sport 155 cc 2-Tak Tune-Up alias Ninja Tune-up. Macam Ninja di film-film laga, keduanya pasng terget, namun masih gagal untuk catatan waktu.  Di saat yang sama seteru lain seperti pasukan OTD Jogja, OP 27 Jogja pilih istrihat, Batank dengan bendera So-Tech Majestic dan Bowo dari TRD TDC Mc Racing justru tetap ‘berkelahi’ ke sana yang nalurinya seperti Ninja.

Toh, keduanya bikin suasana jadi hidup, walau tak mengabaikan kelas lain seperti matik yang banyak di Jabar, “Juara tetaplah juara, juara sejati bukannya yang tidak pernah kalah, tapi terus mau berusaha,” bangga Bowo yang diangguki AB Bendol selaku mekanik. Bowo dengan catatan 7.460 detik juga dinobatkan sebagai pencetak waktu tercepat alias best time dari 16 kelas. Waaaaa…

Di balik itu, Bowo dan Batank sebenarnya sama-sama mengejar 7,1 detik. Lantaran Cimahi di ujungnya menikung seperti road race, catatan itu simpan dulu. “Minggu lalu saat event di Palembang bisa 7,1 detik. Tetap saja penasaran, lantaran di Jawa belum bisa dapat segitu,” kata Batank yang harus puas di podium kedua dengan 7,474 detik.

Jelang Cimahi, Bendol sebut coba set ulang rasio, agar tenaga tidak putus-putus, tapi nyambung terus seperti iklan telepon, walau hasilnya nyambung-putus. Tapi sayang, tuner asli Salatiga itu belum bersedia merinci. Ya, mungkin doi  lagi fokus dalam perjalanan pulang ke rumah.

Ia malah menjawab soal karburator yang membaik di putaran atas dengan PWK 38 yang direamer lagi 2 mm, jadinya venturi 40 mm. Memang untuk melayani gasingan tinggi terasa wenak. Ini mengorbankan bagian bawah. Maklumlah, namanya mesin sulit dapat atas bawah. Rumus memang begitu, tengah-tengah saja.

Apalagi masih memermak kruk-as yang pakai Kawasaki Serpico yang bobotnya lebih berat. Magnet yang juga dibuat lebih berat 150 gram. Jadinya bagian bawah malah terbebani. Ngoook, gitu loh! Ardel

BACA JUGA

Hasil Drag Bike Cimahi, Jabar, 23 Februari 2014

Drag Bike 2014; Joki Cewek Monita Wijaya, Kangen Pelintir Gas, Tangan Melintir..!

Drag Bike 2014; Tunggu Janji Bebek 4T TU 200 Cc Konsisten 7,3-7,2 Detik

Drag Bike 2014; RX-Z Vs Touch, Menggebrak Sport 2-Tak 140 cc Tune-Up!

Drag Bike 2014 Jogja; Chodox Jatuh Lagi, Kaca Helm Pecah Di Ninja Rangka Standart!

 

 

BAGIKAN