nhk

Drag Bike 2014; Counter Down ‘Pembunuh’ Dwi Batank, Pelajaran dari Senayan!

 

ManiakMotor –  Nama Dwi Batank muncul di starting list pada kelas Sport 2-T 155 Tune -Up. Itu di final TDR di Senayan, Ahad 12 Januari  lalu sesuai janjinya doi akan hadirkan Ninja Tune Up yang baru diracik. Ninja ini  hasil kolaborasi korekan So Tech Racing Tim (Semarang) dan Majestic (Palembang).

Nama Dwi Batank selaku joki dan Solikhin sebagai juru korek cukup menjanjikan. Tapi apa yang terjadi? Di luar dugaan mereka, Batank dilarang start. Itu artinya dikalahkan oleh dilarang, ya sama saja ‘dibunuh’ dalam arti lain, hehe! “Kita terlambat  1 menit dari batas waktu yang diberikan panitia buat masuk di waiting zone,”sebut Batank dengan mimik kecewa. Wajar!

Tapi Sigit Widiyanto selaku pimpinan lomba saat itu dan Faryd Sungkar dari FR Action Event punya alasan kuat, “Bahwa ini adalah bagian dari pembelajaran  disiplin pembalap. Tak ada toleransi dengan sistem counter down, pembalap harus patuh dengan batas waktu yang diberikan,” jelas keduanya yang memang tegas dan memang seharusnya begitu.

 Oh ya, counter down adalah waktu hitung mundur yang diberikan pada pembalap untuk segera masuk waiting zone atau area start. Masing-masing kelas waktunya bisa berbeda, menyesuaikan jumlah starter di kelas tersebut.  Bagi tim dan pembalap yang biasanya tidak patuh pada jam yang ditentukan, sikap tegas itu bisa jadi menyakitkan.

Termasuk Dwi Batank, joki ini punya skil dan mental tarung yang oke. Tapi pola jalannya event di tempat asal doi (baca: Jateng), belum bisa tegas soal molornya waktu lomba.  Alhasil, balap yang kerap berakhir malam dengan lampu penerangan apa adanya.  Padahal di jadwal tertera pukul 5 sore pembagian hadiah sudah beres.

Menurut Faryd proses itu butuh waktu, “Drag bike yang sudah menjamur  saat ini, harus diimbangi dengan pembangunan attitude pembalap juga panitia. Suatu saat berlomba di negara lain yang punya aturan tegas, joki kita sudah terbiasa,”sambung Faryd yang optimis pembalap bisa menerima aturan yang ia terapkan.

“Ya, mau gimana lagi? Jujur Ninja itu sudah diriset lama, Senayan kemarin timing yang tepat buat unjuk kemampuan. Anggap ini pelajaran berharga buat Senayan,” tutup Ferry owner Ninja kelir orange itu. 

Semoga! Ardel        

BACA JUGA

 

BAGIKAN