nhk

Drag Bike 2014; Incaran Industri Komponen Racing, Jadi Kodrabik

 

 

ManiakMotor – Drag bike dua tahun ini memang lagi gas pol. Peserta pol-polan dan membuat pebisnis variasi kompetisi juga ikut membentot. Tadinya mereka ini, sehidup semati dengan road race. Sekarang mulai menyisikan dana promosi untuk trek lurus tersebut. Ada butkinya, trend drag bike lebih banyak digunakan di harian.

TDR telah bermain road race dan drag bike jauh-jauh hari. Masih ingat kan kelas-kelas matik ramai karena dipanasi TDR dengan matik Thailand. “Sebenarnya cabang balap motor apapun, punya potensi didukung. Karena semuanya butuh sparepart kompetisi yang nyaris sama, hanya beda karakter. Toh yang disasar pasar yang lebih luas atau penggemarnya dan penontonnya ,” jelas Beny Rachmawan dari TDR di bilangan Pulo Gadung, Jakarta Timur.

Iya, tapi drag bike bagian dari arena promosi suku cadang aftermarket yang naik lagi daun. Contohnya gampang, lihat saja matik-matik jalanan atau harian yang mengganti lingkar roda jadi 17 inci yang pipih. Dari mana itu, bila bukan dari arena trek lurus 201 meter, Gan…

Tahun ini, pemain lama komponen aftermarket AHRS, sakses dengan serinya di Jateng. Ya sakses dari meraup peserta dan penonton. Tadinya, manajemen produk AHRS malah nggak tahu menahu ada serial  Drag Bike AHRS, hehe. Macam mana itu? “Belakangan baru saya tahu, sama saktinya dengan road race untuk image produk,” jelas Asep Hendro, bos AHRS di Jakarta dan telah memprogramkan eventnya akan masuk ke Jabar dan DKI pada 2014.

Maksudnya, event AHRS dan TDR tadi sakses mengangkat nama produk mereka. Bukan hanya oleh pemain drag itu sendiri, tetapi komponen yang dipakai di drag telah pindah pada motor harian. Tentu saja, motor harian yang ‘gaul’, gitu loh. Bila zaman dulu disebut komorod alias korban road race, sekarang kodrabi yang sama saja korban drag bike.

Tidak peduli dengan ban yang kurus-kurus, diajak pula meliuk-liuk di jalan raya yang macet dan antre, hehe. “Karena itu SSS menyediakan rantai dan gir yang ringan-ringan untuk konsumsi seperti mereka. Tiga tahun belakangan, pelek Excel Asia Takasago Rim, juga ternyata  diserap pasar. Ya, pasti ke arena yang lurus-lurus, sebab tak mungkin digunakan di road race,” jelas Felix dari SSS dan Excel Takasago.    

Dulu-dulu, drag bike hanya dianggap musimam. Rame setahun, sepi dua tahun dan begitu terus. “Tapi yang saya lihat sekarang sudah konstan. Mungkin karena ketersedian spare part dan komponen balap itu sendiri. Misalnya, timing system yang sudah merata. Dulu, soal waktu ini bikin masalah,” jelas Koh Setyo dari Polaris 99 yang pengalamannya tinggi di road race dan sudah menyisikan waktu untuk meriset TK Racing di trek lurus. 

Rame kan. Tinggal menunggu pabrikan. Ito

BACA JUGA

Drag Bike 2014; Sensor Jump Start Dikunci 1 Titik, Nggak Bisa Lagi Tajamkan Waktu..!

Drag Bike 2013; Rekor Mio TSS Tembus 7,561 Detik, Matik/Matic 200 cc!

TDR Drag Bike Indramayu 2013; Blade dan Karisma Libas 130 cc!

TDR Drag Bike Indramayu 2013; Tuyul Tercepat FFA 6,8 Detik KTM SX250, Dikejar Nova Dash, Lho..!

 

 

BAGIKAN