nhk

Drag Bike 2014 Jelang AHRS, Bantul, Jogja; Memburu Ninja Tune Up 7,0 Detik?

 

ManiakMotor Minggu ini (9/11) konsentrasi pelaku balap karapan tertuju di Bantul, Jogja. Di situ akan digelar AHRS Indonesia Dragbike Championship (AIDC) seri ke-4. “Yup, dari rencana semula digelar di Pati, terkendala perizinan dan digeser ke Bantul. Ini kali pertama sirkuit Manding dipakai. Semua masih awam dengan kondisi lintasan,”bilang Yuda Prasetya, komandan Erdeve Racing Organizer Indonesia, promotor gelaran yang didukung AHRS itu.

Yudha, bicara itu saat jumpa portal ini di Grand Final Grasstrack Temanggung, Jateng lalu. Diceritakan lebih lanjut dibanding seri sebelumnya, ada beberapa hal yang  menjadi perhatian panitia. Katanya kelas-kelas utama tetap dimainkan babak penyisihan dan final.  Khusus supporting kelas langsung memainkan babak final, alias memangkas beberapa race. Mudah-mudahan selesai sebelum malam tiba,”urai Yudha yang mantan drag biker papan atas itu.

Tetap yang menjadi perhatian persaingan pada kelas-kelas utama dengan catatan waktu yang lebih menjanjikan. Disebut begitu, sensor lampu yang dipakai memang masih model ‘biasa’.  Itu artinya, kemampuan ‘tembak’ lampu joki sekaliber Eko Chodox Sulistyo (Semarang), Dwi Batank (Semarang) dipastikan jadi bagian cerita yang ditunggu.

“Perseteruan sport 2 tak 155 cc TU, 140 TU dan FFA paling hot. Persaingannya merata, bisa saja ada kejutan dari joki non unggulan,”sambung Benny Kimpling, juru cuap gelaran yang siap menghidupkan suasana raceday nanti.

Macam cerita-cerita sebelumnya, aroma penasaran kerap menghiasi perseteruan diantara jagoan trek lurus ini. Satu diantaranya adalah Ninja TU karya Yudha Sanjaya (Jogja), langganan podium lima besar tapi di seri TPM Senayan lalu justru  Ninja TU doi yang mengunci 7.124 detik dengan joki Dadank Japronk (Kediri).

Padahal katanya, tak ada spek yang istimewa, namun memainkan finishing porting yang lebih hati-hati alias teliti dengan pisau korek.  Selebihnya seperti umumnya Ninja TU dengan karbu PWK 38 air strike, membran V-Force 3, dan koil YZ. Tapi, kita punya misi membuktikan kualitas knalpot TYB produk sendiri,”kata Kemo, sapaan akrab mekanik bongsor yang diangguki Raditya Hurangga alias Angga K-Ijo, owner tim.

Bagaimana serunya pertarungan di kelas itu? Pastinya, mekanik papan atas lain macam Nugroho alias Potter (OTD Racing), AB Bendol (TRD TDC Mc), Aan (OP 27) memastikan siap tarung. Kalo sekedar tarung sih biasa bro, bisa nggak 7,0 detik? Ardel

BACA JUGA

Hasil Drag Bike Ciamis. Jabar, 2 November 2014

Hasil Drag Bike Mojokerto, Jatim 2 November 2014

Dragbike 2014 Jelang Mojokerto: Jupiter Z Vs Supra X Di Jatim, Di Garut Juga Ada!

 Gm Dragbike 2014 Trenggalek: Bebek TU 4T 200 cc , Di Sana 7,420 Detik..!

BAGIKAN