nhk

Drag Bike 2014 Jelang AHRS Indramayu: FU Solo vs FU Conk = Batank vs Cebonk

 

ManiakMotor – Dwi Batank belakangan memang jarang terdengar di Jawa, dia lebih banyak bermain di Sumatera. Soal skill dia boleh dibilang nggak ada matinya dii papan atas drag bike Indonesia. Minggu ini dia akan berhadapan dengan lawan alot macam Eko Chodox dan Alvan Chebonk. Tapi khususnya akan head to head  dengan Chebonk, lantaran poin keduanya berdekatan di klasemen Drag Bike AHRS di Indramayu, Jawa Barat 20-21 desember 2014.

Lebih spesial lagi akan bertemu di Bebek 200 di seri 5 atau terkahir Drag AHRS itu. Selama ini Batank langganan menggeber FU Solo yang dikorek Wawan Kristianto. Di seri 4 di Bantul lalu di event sama, Batank mencetak 7.3 detik. Cebonk sendiri hanya ketiga saat itu dengan 7.4 detik sekian.

“Motor sudah siap. Praktek dan teori modifikasi mesin tetap mengutamakan finishing. Itu yang bikin motor ini belakangan konstan larinya. Lebih teliti pengerjaannya, begitu maksudnya,” jelas Wawan dari markasnya yang tentu saja dari Solo, Jateng. Kan gelar FU korekannya adalah FU Solo.

Sama dengan Fauzan Conk alias Mr Conk atau Mas Conk yang merawat FU K-Ijo. Katanya sebagai tim professional di drag bike, motor setiap saat siap. Semua kemungkinan settingan akan bisa dipakai. Maklum, kombinasi karakter FU yang digunakan Cebonk itu aneka macam pada kepala silinder yang sering dibawa ke lomba. “Tinggal lihat suhu sekitar Indramayu dan kondisi lintasan pada Sabtu, karakter mana yang akan digunakan,” jelas Conk dengan memberi misteri.

Kembali pada Batank dan Cebonk. Keduanya punya kelebihan di garis start. Ya iyalah, itu semua dimiliki pembalap drag pak dan bu, mudah-mudahan ada ibu-ibu yang baca. Apalagi di Drag AHRS menggunakan sensor biusa. Di situ keuntungan pemain Jateng dalam hal ‘menembaknya’, bukan berarti curi start. Kolo curi start di drag sudah pasti jump start. Maksudnya, Batank yang lebih punya pengalaman di situ.

Tapi ingat, soal tembak-tembakan sensor, itu cerita reaksi membuka gas yang bersamaan dengan melepas kopling. Cebonk terkenal cepat lantaran refleksnya terbiasa dari sensor satu titik. Ingat juga walau fokusnya pada persaingan berdua itu, tapi kelas ini akan diikuti motor-motor banter di Bebek 200 bersama joki banternya. Ya salah satunya Chodox yang bisa merusak kejar-kejaran point antara Cebonk dan Batank. Sekali lagi diingat sistem poin di AHRS ada tujuh kelas yang dinilai, salah satunya Bebek 200. Batank memimpin dengan 285 poin, Cebonk 247 poin dan Hendra Kecil 226 poin. Wah masih ada Hendra tuh. Rzk

BACA JUGA

Hasil Drag Bike Seri 4 AHRS, Bantul, Jogja 9 November 2014

Drag Bike 2014 Jelang AHRS Indramayu Adu Gengsi Teknologi, Mau Daftar????

Drag Bike 2014 Jelang AHRS Indramayu: Jupiter V-reinz Vs Crypton HDR, Target 8,00 Detik..!

Drag Bike 2014: Tuyul Gondol Motor Juara Umum Jatim, Nasional Sama Apik!

Drag Bike 2014 Bandung: Gondaan Bebek 130 TU 4T, Crypton Knalpot R9 Seher Uma Racing Juara

 

BAGIKAN