nhk

Drag Bike 2014; Matik 200 Dari 8,4 detik Tembus 7,5 detik, Riset Canggih!

 

ManiakMotor – Muncul pada 2010-an si Matik 200 masih bermain di 8,4 – 8,9 detik. Awal-awal juga masih pakai komponen piston motor lokal, macam milik MegaPro plus stroke-up. Perkembangannya mulai pintar atur kompresi  dengan naik stroke 1,5 mm, piston 64 mm dengan klep tiger. Rumusan itu dapat time 8,1-8,4 detik. 

Sekadar info, dari matik sebenarnya drag bike kembali bergairah dengan inovasi yang sudah termasuk gila-gilaan. Apalagi di era  2010 itu muncul matik Thailand yang bisa melesat di bawah 8 detik bikin gatal mekanik lokal. Kini, tersedianya piston forged yang ringan tapi kuat, plus onderdil racing yang dipancing dari Thailand itu, di bawah 8 detik mah eces sekali

Jangan lupa ada alat semacam flowbench dan dyno yang canggih ikut menuntun perjalan korek mengorek! ”Riset jalan bermain dengan bore-up dan cenderung membiarkan stroke standar. Hasilnya diameter penampang klep lebih besar yang bisa sampai 34 mm masuk dan buang 29 mm,” analis Swega dari RAT Motor Sport Sidoarjo yang memang rajin mengamati perkembangan teknologi balap karapan.

Matik 200 pun pernah tembus 7,4 sekian-sekian detik di Sentul, tapi saat ini konsistennya pada 7,6-7,7 detik. Tapi diyakini akan stabil di 7.5 detik tahun ini. Dipicu rocker arm roller, klep titanium, dan setang titanium. Mekanikal mesin bekerja lebih ringan, minim gesekan dan bobot. Akselarasi dasar mesin juga disuntik riset knalpot, CDI dan rangka yang tak henti-henti.

”Motorku sih nggak ada yang spesial pada platuk klep, klep, per klep standart.  Settingannya lagi pas dan ketemu saja, jadi ngacir deh. Khusus karbu UMA itu yang bikin enak,” kalem Utomo atau akrab disapa Tomo bos Tomo Speed Shop IRC (TSSI). Wah yang benar tuh? Bukannya mesinnya sudah ‘bau’ Thailand? Kan TSSI yang asal Jakarta ini akrab dengan korekan dari negeri Gajah Putih, makanya ia konsisten dengan 7.5 detik bahkan sempat 7.4 detik sekian-sekian.

Bicara Matik 200, mencuat nama M. Arif Sigit Wibowo alias Pele. Tahun lalu ia sabet hadiah mobil di Pertamina Enduro Drag Bike lewat joki Hendra Kecil (Magelang), “Fokusnya mempelajari sifat matik itu sendiri. Inti mesin tetap seputaran ruang bakar. Baru kemudian pengapian, knalpot dan penyesuaian CVT,” kata Pele dengan yakin matik 200-nya bisa konsisten di 7,5 detik tahun ini.

Faktor regulasi mewarnai perjalanan kelas palingt favorit wilayah Jabar dan DKI ini. “Utamanya soal aturan bobot, di 2010 dan 2011 belum ada regulasi bobot minimal. Pada 2012 minimal 100 Kg, 2013 malah 105 Kg. Meski bobot tambah, catatan waktu justru menajam,” sambung Kentardima juru korek dari tim Tim Harriot’s (Bandung). Ardel

BACA JUGA

Drag Bike 2014; Jupiter Z 130, Pakai 4 Klep, Kruk-as KLX150, Ramai Juga Di Liaran!

Drag Bike 2014; Ninja Rangka Standart, Naik 0,7-0,8 Detik, Tertolong Regulasi?

Drag Bike 2014; Merapi Vs Gas Pol, Sama-Sama Aktif!

Drag Bike 2014; Joki Cewek Trek Lurus, Namanya Bibit Eka

Drag Bike 2014 Banjarnegara; Koreksi Rasio Ninja OTD Tembus 7.182 Detik, Huhui..!

 

BAGIKAN

Warning: A non-numeric value encountered in /home/maniakmo/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 353