nhk

Drag Bike 2014; Sensor Jump Start Dikunci 1 Titik, Nggak Bisa Lagi Tajamkan Waktu..!

 

ManiakMotor – Lampu merah menyala itu pertanda peserta kena jump start alias diskualifikasi. Kolo itu sih semua juga tahu! Lalu, bagaimana teknisnya kok bisa begitu? “Merah menyala, berarti pembalap meninggalkan area start sebelum lampu hijau. Bisa juga dikatakan lampu putih kedua (stage) mati sebelum lampu hijau,” buka Sigit Widiyanto, langganan pimpinan lomba di event seperti Pertamina Enduro Drag Bike (PEDB) dan TDR Racing International Drag Bike.

Di area start ketika lampu pre–stage manyala, pembalap maju pelan-pelan sampai lampu stage (titik nol). Maju lagi pelan-pelan sampai lampu stage padam/mati. Nah, lampu merah bisa menyala, karena di situ ada sensor yang bekerja sebelum semua perintah lampu start ini dilaksanakan dengan tuntas.   

Bicara sensor jump start, masing-masing timing system bisa berbeda. Ambil contoh Soklat  Timing System milik Bambang Diro, “Ada tiga lubang sensor, yakni pre stage, stage dan sensor jump start. Sensor jump start terpisah, tinggi sensor  5 cm. Ketika roda depan  sudah terbaca sensor,  lampu hijau menyala mesin pencatat waktunya mulai bekerja,” jelas Sari, salah satu crew Soklat.

Bukan rahasia model sensor ini oleh beberapa pembalap ‘diakali’ dengan cara lompat. Teknik itu memang bisa cetak waktu lebih singkat, lantaran sensor jump start terpisah. Tapi toh, tak mudah juga,

“Prosentase berhasil dan tidak  fifty-fifty, kalo dia start dengan cara miringkan motor itu juga bagian dari startegi. Jadi ketika roda depan terbaca sensor, momentum startnya dapat duluan dibanding cara biasa,” ungkap Taufik Omponk yang memang belajar teknik ‘loncat’ itu dari mengamati cara Eko Chodox start yang dianggap mahir di soal ini.

Atas dasar itu, mulai tahun depan akan diberlakukan sensor jump start dikunci 1 titik. Artinya hanya ada 2 lubang, stage dan sensor jump start  jadi satu. Meskipun tinggi sensor sama-sama 5 cm, dengan sistem ini pembalap tidak bisa bergerak  karena dikunci di 1 titik. Lepas dari titik itu lampu merah menyala alias kena jump start.

Bagus juga, karena telah terjadi penyeragaman lampu start. Tidak ada lagi, pembalap yang pilih-pilih event, karena berdasarkan timing sistem si A yang ada di event tersebut. Model sensor satu titik tadi, mengingatkan pada timing system macam race America. Mirip-mirip yang dipakai saat PEDB seri Kenjeran lalu, selain pembalap dikunci juga dilengkapi reaction time yakni waktu tempuh untuk lepas dari daerah stagging.

Katanya, ini untuk mengukur kemampuan pembalap.  Ehm, aturan ini bisa positif bisa pula dipertanyakan, utamanya oleh jago lompat. Hehehe.. “Ada baiknya soal sensor dan timing syestem dibuat sama, jadi catatan waktunya juga nggak beda-beda,” dukung Utomo alias Tomo, bos Tomo Speed Shoop (TSS). 

Kalau portal ini setuju, namanya aturan harus seragam. Sama-sama main di Indonesia kan. Asal jangan menguntungkan pemilik timing system tertentu. Itu saja.  Ardel

BACA JUGA

Drag Bike 2013; Rekor Mio TSS Tembus 7,561 Detik, Matik/Matic 200 cc!

 

BAGIKAN