nhk

Drag Bike 2014 Seri 4 AHRS Bantul, Jogja; FFA Dari Ninja TU 6.921 Detik, Peak Power Dapat Duluan

 

ManiakMotor – Kompor meleduk! FFA di bawah 7 detik di seri 4 AHRS Indonesia Dragbike Championship 2014, semata sensor. Di acara yang mengambil lintasan Jl. Ringroad Manding, Bantul, Jogja pada Minggu 9 November 2014 itu, pakai sensor biasa. Sensor ini bisa ‘diakali’ oleh joki untuk mengembangkan putaran mesin segera dapat tenaga konstannya.

Begini ceritanya, ditantang memburu 7,0 detik oleh portal ini, Ninja TU K-Ijo korekan Yudha Sanjaya (Jogja) malah melampui target, yakni 6.921 detik. Torehan waktu itu dibuat Alvan Cebonk pada final Super FFA 350 cc. Cebonk lepas dari start, mesin Ninjanya terasa enteng.

Yang jadi pertanyaan, apa pendorong  catatan waktu fantastis itu setelah menunggu sekian lama. Katanya sih, lintasan Ringroad sedikit menurun. “Bisa jadi begitu. Apalagi dengan lampu start pakai model sensor biasa. Di balik itu, memang Ninja TU kompetitif,” kata Raditya Hurangga alias Angga k-Ijo tim asal Nganjuk itu.

Kalau portal ini setuju disebut pengaruh sensor dan turunan. Mudah mendeteksinya, ada empat kontestan lain di kelas ini menembus 6,9-an detik. Juga Ninja TU K-Ijo ikut final sport 2T 155 cc TU lewat Cebonk berlari 6,989 detik. Pokoknya wow deh. Lebih luas lagi semua kelas berhasil mempertajam waktunya. Di Bebek 200 yang sangat susah berlari 7.4 detik, di event AHRS ini bisa 7.3 detik. 

Boleh dong diterjemahkan lewat logika tekniknya. Pada sensor biasa motor ada toleransi bergerak, sehingga rpm bisa dikembangkan lebih awal. Joki akan memainkan rem sembari menaikan rpm. Begitu start hanya sebentar mesin telah dapat peak power alias tenaga ideal yang bikin motor makin laju dan stabil. Apalagi ditambah dorongan menurun, makin cepat dapat stabilitas dan tenaga maksimumnya.

Bandingkan dengan lampu start satu titik. Rpm dinaikan dari putaran idle standar mesin tersebut. Putaran mesin dinaikan seiring kecepatan alias diurut, tingginya rpm sesuai skill joki. “Makanya pada sensor 1 titik pembalap lebih hati-hati. Kan kalau mesin dikasarin, justru tenaga datang tiba-tiba bikin repot hendlingnya,” jelas Eko Chodox yang di Bebek 130 catatannya di AHRS juga tajam dibanding doski ikut di sensor 1 titik.

Toh yang namanya juara tetap keberhasilan joki, mekanik dan tim. Mereka keluar tercepat di antara banyak yang cepat. Macam Ninja TU K-Ijo itu. Ia bisa mengalahkan Fandi Pendol (Semarang) dengan 6.940 detik di urutan kedua. Pendol berbendera MPK Racing Pasuruan memacu Ninja TU korekan Nugroho alias Potter. Ninja TU corak biru itu sudah tampil di kanal MODIF  portal ini. Potter menyebut bahwa spek kali ini masih dengan data sebelumnya. Potter siap membalas di TPM seri 5 mendatang di Delta Mas, Cikarang, Jabar pada 22 – 23 November 2014!

Wah panas. Ardel  

BACA JUGA

Hasil Drag Bike Seri 4 AHRS, Bantul, Jogja 9 November 2014

Drag Bike 2014: Di BSD Matik 200 Si Ceper Matic Bisa 7,532 Detik..!!

Drag Bike 2014 Seri 4 AHRS Bantul, Jogja: Batank 7,359 Detik Dengan FU Solo, Bebek 200!

Drag Bike 2014 Seri 4 AHRS Bantul: Penyisihan Bebek TU 130 cc, Chodox 8,091 Detik, Wow !!

BAGIKAN