nhk

Drag Bike 2014 Seri 5 Pertamina, Cikarang: FFA Dipermalukan Matik Karbu UMA Racing, Best Time Matic

 

 

ManiakMotor  – Hayo, hayo… ke mana KTM, ke mana Ninja, ke mana YZ dan sekalian ke mana yang lain-lain, termasuk GazGaz, hehe. Tuh, ada matik Yamaha Mio yang kampiun FFA. Ini kelas gensinya tinggi  soal teknologi korekan trek lurus.

Kebetulan juga di seri akhir Pertamina Enduro KYT Trendy Drag Bike di Delta Mas, Cikarang, Jabar 23 November, FFA diikuti banyak peserta. Kelas ini tumben-tumbenya ada 30 starter. “Peserta makin tertarik ternyata dengan bebagai spek motor ada peluang di FFA dengan sensor 1 titik. Buktinya matik yang juara. Seri sebelumnya adalah Ninja yang biasa turun di Sport 150 TU,” kata Toddy Andries sesepuh segala balapan Indonesia. Malah kalau 17-san Agustus si Om ini sering jadi wasit balap karung di RT-nya.  

Matik yang speknya sudah 350 cc itu, bukan hanya jaya di final FFA. Saat penyisihan Saiful Cibef yang membela GF Racing Team juga mengasapi special engine dan sepasial lainnya. Dan memang motor yang berani mendaftar di  FFA sudah spesial semua. Tahu sendiri yang sudah label spesial, seperti marbatak, eh martabak, enak kan yang spesial….

Catatan Cibef yang khusus penggeber matik itu sebagai best time di seri lima PEDB ini dengan 7.105 detik. “Sayang di final terlalu cepat buka gas besar usai dari start. Di tengah lintasan roda masih terangkat, saya kelamaan mengontrolnya,” alasan Cibef yang harus puas ke-6. Bahasa tulisannya sih puas, di wajah Cibef kuciwa beeeeraaaat, tuh.

Sedang di final langsung diterkam tim yang sejak awal ikut kebut lurus bermain matik. Itu dia Tomo Speed Shop GM yang sering menunggu KTM, YZ dan Ninja lengah langsung memakan juara pertama. Sebenarnya sih catatannya nggak lebih tajam dari waktu penyisihan, hanya 7,186 detik. Toh tim ini ada bukti piala dang kangtaw sebagai juara 1 FFA di seri pamungkas PEDB. Itu piala sebentar lagi dipajang di tokonya.

Mau tahu jokinya siapa? Lagi-lagi si Alvan Chebonk. Anak kecil dari tampangnya ini, mampu membawa matik dengan tenang. Settingan karbu Uma Racing diameter 34 mm pada matik yang diberi kompresi 14.5:1 itu enak dikontrol Cebonk. “Seharusnya bisa lebih cepat, tapi aspal keburu dingin karena sudah dilepas sore bangat. Ban kurang grip,” jelas Chebonk sembari diangguki si Utomo alias Tomo, pemilik tim yang dibela Chebonk. Selanjutnya urutannya lihat hasil bro.

Sebagai catatan akhir dari portal ini, PEDB 2014 sejak sensor 1 titik diberlakukan, FFA tak pernah mencetak di bawah 7 detik. “Seharusnya ini tantangan buat kami-kami sebagai peserta. Saat aturan berubah, peserta juga berusaha mengakali teknologinya untuk mengembalikan catatan waktu yang pernah ada,” jelas H Rio Teguh, bos Hariot Angker GM IRC TK Racing yang sudah memunculkan GazGaz namun masih terkendala soal pengapian.

Berarti tunggu tahun depan. Rzk

BACA JUGA

Hasil Drag Bike Pertamina TPM, Delta Mas, Cikarang, Jabar 22 – 23 November 2014

Drag Bike 2014 Seri-5 Pertmaina, Delta Mas, Cikarang: Final Bebek 4T TU 200, Akhirnya 7.4 Detik FU Chebonk

Drag Bike 2014 Seri 5 Pertamina TPM Deltamas, Cikarang FFA: GazGaz Nongol Dengan Sistem Turbo, Hasilnya?

Drag Bike 2014 Final Pertamina TPM Cikarang: Sport 155 Rangka STD, Pesertanya Ganas

Drag Bike 2014 Final Pertamina Cikarang: Penyisihan Sport 2T TU 155 cc, Ninja Poter Gulung Kolor Ijo

 

 

BAGIKAN