nhk

Drag Bike 2015 AHRS Karanganyar: Bebek 130, Revisi Rasio, Cebonk Juaranya

ManiakMotor – Benar prediksi portal ini bahwa Alvan Cebonk (Nganjuk) dengan Jupiter MBKW 2 tetap diunggulkan di bebek 130 cc 4T TU. Itu dalam rangka seri-2 AHRS Indonesia Drag Championship (AIDC) di lintasan 201 M alun-alun Karanganyar, Jateng.

 

Faktanya, Cebonk ‘digdaya’ di dua babak yakni penyisihan dan final. Bahkan, joki baby face itu tak sekedar podium pertama, tapi juga mempertajam catatan waktu di babak penyisihan.

 “Penyisihan hanya dapat 8.330 detik, itu karena lintasan licin di area start dan sedikit nanjak. Tipikal lintasan yang mirip dengan sirkuit GDS Klaten, akan lebih oke di sore bahkan malam. Alhamdulillah, final pertajam jadi 8.237 detik,” bilang Cebok sumringah.

Haris Shakti Wibowo alias Mlethiz selaku juru korek menjelaskan bahwa kali ini ada revisi pada rasio. Katanya, dibuat lebih berat dengan power motor yang memang kuat. “Utamanya pada gigi 1, tujuannya untuk lebih mudah dibawa pada saat start. Nggak terlalu spin dan liar,” urai Ajay, mekanik pendamping saat jumpa portal ini di sirkuit. Lebih lengkap Ajay merinci ‘ramuan’ rasio yang dimaksud, 1 (13/33), 2 (16/29), 3 (21/29), 4 (20/23). Alhasil, Hendra Kecil (Magelang), tandem Cebonk di tim yang didukung oleh IRC Tire itu juga naik podium (ketiga). Bikin menarik, justru suksesnya Bayu Ucil (Purwodadi) di posisi ke-2 dengan catatan waktu 8.354 detik. Ya, kan Ucil yang memacu Jupiter korekan Beny Sastro Atmojo (Samudro Pitik Sukoharjo) sempat dibilang portal ini ngeper alias tak berani tarung hehehe. Padahal, menurut portal ini event yang digarap oleh Erdeve Racing Organizer Indonesia (EROI) ini ajang paling tepat untuk pembuktian prestasi.

Panas juga kuping Benny rupanya! Andalkan Bayu Ucil dan Niko Sakau (Kudus), Jupter yang ada revisi pada perbandingan kompresi itu membuka peluang. Dua joki itu berada di posisi ke-4 dan-5 di babak penyisihan. Sayang di babak final, Sakau terlempar di posisi ke-9 lantaran kelamaan oper gigi yang malah sempat standing.

Basic masih sama, tapi ada revisi pada perbandingan kompresi karena knalpot wajib pakai AHRS, sebelumnya dengan knalpot AHM. Pakai AHM pada 14: 1, AHRS turun 13,8: 1, atasnya nggak terlau nahan,” urai Benny.

Pastinya, kelas yang diikuti 23 starter itu memang suksses hadirkan petarung-petarung papan atas kelas ini. Tapi, sayang beberapa di antara yang masuk final justru tertangkap jump start seperti Richo Bochel (Surabaya) yang memacu Jupiter SJRT Uye-Uye (Kediri) atau Arif Tijil (Kediri) yang gas Jupiter  ABRT. Ya, event selanjutnya lawan lagi! Ardel

Baca Juga

Drag Bike 2015 Malang Jatim: 8,3 Detik, Jupi Conk vs Supra Sfl di Bebek 4 tak 130

Drag Bike 2015 Jelang Karanganyar; Bebek 130, Cebonk Vs Chaka, IRC Speed King!

Drag Bike 2015 Jelang Malang: Tuyul vs Jhon Pk di Bebek 200

Drag Bike 2015 (Jelang Karanganyar): Ninja TU Chodox Diunggulkan, Awas JS-Sliding!

  

 

 

 

 

 

 

BAGIKAN