nhk

Drag Bike 2015 AHRS (Seri 5) Banjarnegara: Bebek 130 4T TU Soal Ban IRC Speed King!

ManiakMotor – Dominasi Jupiter MBKW2 (Jogja) di bebek 130 cc 4T TU tak terbantahkan. Dari 4 kali pertemuan di AHRS Indonesia Drag Championship (AIDC), 3 kali dikunci Jupie yang pakai ban IRC Speed King itu. Bisa jadi, pengaruhnya dari ban, lantaran kesegarannya terjamin dibanding IRC Eat my Dust yang dimasukan dari Thailand.

Diakui Hariz Shakti ‘Mlethiz’ Wibowo yang punya tim IRC AHRS MBKW2 itu. Katanya, tenaga yang ada saat ini mudah disalurkan ban IRC Speed King yang khusus drag itu. “Keuntungannya tak perlu khawatir dapat kompon ban yang kadaluarsa. Karena IRC Speed King sudah diproduksi di Indonesia, ban selalu segar. Suhu kompon masih terjaga sampai di tangan konsumen,” jelas Mlethiz.

Jupie MBKW2 hanya sekali melepas juara ke tangan  Jupiter SJRT UYE-UYE di  seri 1 (Boyolali). Kala itu Chacka Bollo (Malang) yang memacu Jupiter korekan Rizky ‘Bendol’ Ferdianto itu tercepat dengan 8,2 detik. Selebihnya, berganti Hendra Kecil (Magelang) dan Alvan Cebonk (Nganjuk) dengan skor 2-1 untuk Cebonk pakai Jupie MBKW2.

Bahkan di seri 4 (Cibinong) 3 podium teratas milik mereka, “Saat itu selain Hendra-Cebonk, juga dibawa Chodox. Khusus seri ini, test dyno terakhir masih di 27,5 dk. Power sudah paling pas dengan beberapa repair komponen wajib ganti,” kata Ajay, mekanik pendamping Mlethiz yang hingga berita ini diketik telah hadir di lintasan PLTA Mrica Banjarnegara, Jateng. 

Spesial seri 5 Banjarnegara, Jateng (12-13/9) ada yang menarik. Beberapa kandidat ingin penggoyang Jupie MBKW2 berbekal karbu UMA 30 telah memastikan akan hadir. Kelihatan Jupie SJRT Uye-Uye (Kediri), Samodro Pitik (Sukoharjo), Faster Chiki Poetra Mahesa (Jogja), dan CBG 788 Marcle (Jakarta). Nama-nama ini yang kerap membayangi di lima podium, ”Ada revisi pada lift noken as, klep in jadi 9,8 mm dan out 9,72 mm. Dimensi diameter klep in 29,2 mm dan ex 24,2,”sebut Bendol punggawa SJRT Uye-Uye.

Sementara Benysta kliker Samodro Pitik tak sebut ada riset terbaru. Beny yang diback up oleh Joko Adi Nugroho akrab disapa Hoho itu masih percaya dengan spek sebelumnya. “Hasil Bali yang menempatkan di posisi kedua bikin penasaran. Sangat tipis kok, sama-sama 8,1 detik. Mudah-mudahan Niko Sakau bisa fokus,” harap Hoho yang tetap bersyukur dengan capaian prestasi mereka pada status privateer.

Tak kalah menarik adalah sepak terjang Faster Chicki Poetra Mahesa bersama kliker Agus Kenthus. Hasil buruk event Pemalang Minggu lalu jadi pemecut, juga faktor tuan rumah. Meski home base tim milik Wachyu R ini di Jogja, tapi si pemilik tim tulen wong Banjarnegara. Makin dihitung lantaran Rully PM (Kebumen) selaku eksekutor punya pengalaman di trek PLTA Mrica yang rada bumpy. So, siapa pemilik Banjarnegara? Pastinya, tetap milik kampung si reporter. Hahaha…

Oke kita tunggu! Eh, masih dibuka pendaftaran tuh, silahkan kontak langsung ke 08562893336/23AF50D3. Ardel

BACA JUGA

Hasil Drag Bike AHRS Banjarnegara, Jateng 12 – 13 September 2015

Drag Bike 2015 AHRS (Seri 5) Banjarnegara; Bebek 200, Chodox Vs Cebonk, Daffi? Adu ‘Nyali’!

Drag Bike 2015 AHRS (Seri 5) Jelang Banjarnegara: KTM Abirawa Muncul Vs Ninja TU, Wah Rame..!

Drag Bike 2015 Jelang AHRS Banjarnegara: Ninja TU 155 Pendatang Baru Dari Bandung, Berani Di Bawah 7 Detik..

Drag Bike 2015 Jelang AHRS (Seri 5) Banjarnegara: Semarak Gilar-Gilar, Mio VRG R9 Bisa 7.2 Detik!

Drag Bike 2015 Pemalang: Bebek 130 4T Standart 4T, Jupie RDT 8,9 Detik, Klep Titanium?  

 

BAGIKAN