nhk

Drag Bike 2015 AHRS (Seri 5) Banjarnegara; FU Conk’s Vs FU Solo (Abakura), Chupank 7.3 Detik!

ManiakMotor – Lanjut terus duel Conk Speed dengan Fauzan Conk’s dan Abakura Ditra Jaya bersama Wawan Kristarto. Kini di AHRS Indonesia Drag Championship (AIDC) seri 5 di lintasan PLTA Mrica, Banjarnegara, Jateng (12-13/9) lalu. Keduanya saling mengalahkan di Bebek 4T TU s/d 200 cc dengan andalan Suzuki FU. FU milik Fauzan dikenal dengan FU Conk dan FU Wawan dikenal dengan FU Solo.

Di provinsi asal  FU Solo, FU Conk yang Berjaya. Jadinya kedudukan 4-1 untuk Conk. FU Conk podium 1, 2, 3 dan 4 di Banjarnegara, sedangkan FU Solo dengan Yogie Keycot (Caruban) hanya kelima. Keycot mencetak 7.534 detik, sementara Tony Chupank (Malang) yang pertama dengan FU Conks mencetak 7.363 detik.

“Punya Ditra Jaya (FU Solo) dan FU Takens kompresi nggak maksimal, akselerasinya kurang kejam. Koilnya seperti kurang setrum. Lengkap deh penderitaannya,” kilah Wawan walau dengan sportif tapi masih beralasan kompresi dan koil. Lebih lengkap, hasil kelas ini silahkan klik: http://maniakmotor.com/index.php/hasil-balap/9839-hasil-drag-bike-ahrs-banjarnegara-jateng-12-13-september-2015.

Empat podium di Bebek 200 dibagi pada 3 tim berbeda, yakni Lembu Speed Sorong (Solo), Botuna Racing (Pekalongan) dan SJP 33 AD (Jakarta). Bukan rahasia, ketiga tim tersebut menggunakan karya mekanik asal Malang Selatan itu.

Conk bersyukur tim-tim yang ia korek bisa podium. Tak lepas juga peran joki, apalagi trek  ini sempit dan keriting. “Dapat 7,3 detik saja sudah sangat oke. Ada revisi rasio untuk menyambungkan reduksi dari gigi ke gigi, agar powernya jalan. Bahan piston juga pakai yang lebih bagus dan ringan saat ini,” terang Conk’s pada FU milik Agil Puja, bos tim Lembu Speed Sorong itu.

Seangkan Cupank membeberkan taktiknya di sirkuit Mrica. Kata dia soal halus-halusan menaikan putaran mesin di aspal licin. “Juga nggak boleh nafsuan agar ban tak spin. Usahakan tetap tenang agar motor bisa dipertahankan kecepatannya melintas di trek bumpy,” kata Chupank yang kembali membuktikan kapasitasnya di Bebek 200.  Chupank di penyisihan hanya kedua dengan selisih 0,003 detik dibanding Arif Tijil (Kediri). Tijil-Chupank dan Richo Bochel (Surabaya) menggunakan motor yang sama (Lembu Speed Sorong) dengan gap yang sangat tipis.

Ada 16 starter yang masuk final adalah wakil kekuatan utama Bebek 200 saat ini. Selain yang tersebut di atas, masih ada Samodro Pitik (Sukoharjo), MBKW2 (Jogja), ICE Racing, dan H. Andy Takens (Bogor). Sayang FU CMT nggak muncul. “Drag AHRS telah menjadi barometer teknologi balap karapan saat ini. Masukan buat penyelenggara, pemilihan trek lebih diperhatikan lagi. Tak sekadar best time, utamanya soal safety,” tutup Conk yang punya info ‘hot’ di musim tahun depan. Betul! Ardel

BACA JUGA

Hasil Drag Bike AHRS Banjarnegara, Jateng 12 – 13 September 2015

Drag Bike 2015 AHRS (Seri 5) Banjarnegara: Mio 200 Milik HA feat HK McR, Sengatan Porting Kupu-Kupu!

Drag Bike 2015 AHRS (Seri 5) Banjarnegara: Bayu Ucil Tergelincir Dengan Mio FFA 300 cc!

Drag Bike 2015: Tim ART Kalimantan Selatan Punya Gaya, Siap Kejurnas 20 September

Drag Bike 2015 AHRS (Seri 5) Banjarnegara: Penyisihan, Ninja TU ABRT Niko Sakau 7.129 Detik!

BAGIKAN