nhk

Drag bike 2015 Demak: Vega Pitik Pakai Porting 25.5 mm, Bungkam Jupie Plankton Di Bebek 130

 

 

ManiakMotor – Vega Tune-up 130cc Samodro Pitik (Sukoharjo) dengan kepala silinder Jupiter Z berhasil membuktikan jengger pitiknya. Berhasil juga menghambat Jupie Plankton Jerman Holic (Jepara) yang sudah tiga kali menang  berturut di Jateng. Di event Pertamax Plus Drag Bike Championship di Demak pada 15 Februari 2015 siang, itu Vega sakses menciutkan tim Plankton. Tentu di Bebek Tuneup 130cc 4-Tak.

Beny Sastro Atmodjo alias Benysta yang mengorek Vega Pitik, katanya motor keluaran tahun 2000 itu, tidak melakukan perombakan besar. Bagian bawah mesin dari crankcase bahkan balancer kruk-as masih bawaan Vega. “Saya hanya menggunakan kepala silinder Jupiter Z agar lebih mudah membentuk portingannya,” aku Benysta dari pinggir sirkuit Jl.Mlarak.

Saat absen di Jepara kemarin, mungkin Benysta merasa panas saat ditantang Jupiter Plankton yang hatrick. Maka diam-diam dia mengasah gacoannya. Buktinya dengan joki Mahmud Arjuna mencatak 8.344 detik. Itu diperkuat lagi oleh Niko Sakaw  yang membawa motor yang sama dengan 8.431 detik yang posisi kedua. “Motor memang lagi enak. Tenaganya mudah dibawa,” jelas Arjuna.  

Baru deh ada Eko Chodox atas nama tim Ghontech yang membuat 8.446 detik. Yang ke-4 Adi Perdana dari Salak Speed dan kelima Hendra Kecil juga dengan  Vega Pitik. Sapu bersih ternyata. “Torsi Vega Pitik lebih baik kali ini. Saya kan start dengan Niko, sejak start saya sudah kalah tenaga,” jujur Chodox. “Pembalap kami terlalu tegang. Itu saja penyebabnya,” singkat Supriyanto, mekanik Plankton.

Lanjut pada speksifikasi Vega yang tentu dari keterangan Benysta. Katanya di kepala silinder Jupie ditanam diameter payung klep in 29 mm dan out  24 mm. Khusus di Demak ini, coba pakai kepala silinder yang punya porting in 25.5 mm dan ex 23 mm lalu membesar sampai 24 mm. Ekstrem memang karena diameter klep buang dan diameter lubang sitting klepnya hanya berbeda 1 mm.

Berarti dudukan klep hanya 0. 5mm? Ditanya reporter dengan ukuran segitu apa sitting klepnya tidak gampang mendem? “Sampai saat ini nggak tuh. Padahal sitting klep kita cuma pake bahan besi ancuran bekas klep mobil,” jawab sang mekanik sambil tersenyum.

Apalagi rasio kompresi ditata 14:1 menggunakan piston berukuran 55.25 mm dengan dome piston mencapai 3 mm dan deck clearence 0.5 mm. “Melebihi itu power malah tertahan pada rpm atas,” kata Benysta sembari minta jangan bertanya yang macam-macam lagi karena terlalu teknik bangat.

Ya udah deh. Iveri

BACA JUGA

Hasil Drag Bike Demak, Jateng, 15 Februari 2015

Hasil Drag Bike Nganjuk, Jatim 15 Februari 2015

Hasil Drag Bike Cimahi, Jabar, 14 Februari 2015

Drag Bike 2015 Demak: Dijepit Dua Event Jatim, Tetap Ramai, Chodox Di Sana

Dragbike 2015 Nganjuk: Bertemunya Tiga Ninja Papan Atas Di Sport TU 2T 155 cc, 7,2 Detik, Bro!!

Drag Bike Kenjeran 2015: Bocil Sikat 7,3 detik Dengan FU CMT, Bebek 200 cc   

BAGIKAN