nhk

Drag Bike 2015 Jelang AHRS Bali (seri3); Bebek 130, 29 dk Vs 27,3 Dk, Karbu UMA Racing!

 

ManiakMotor – Adu di atas dyno test berlanjut ke lintasan. Hasil bebek 130 cc 4T TU di kejurnas Bali (28/6) lalu jadi fakta. Bahwa, keunggulan power diukur dari dyno benar adanya. Tentu masih didukung  kemampuan joki bisa sikat habis para kompetitor.

Adalah Jupie V-Reinz karya Ari Setiawan, pacuan yang dimaksud. Jupie dengan riset terbaru pakai karbu Uma Racing 30 mm memukul tanpa ampun lawan-lawannya. Padahal, diikuti juga jagoan-jagoan asal Jatim macam Wijaya dan Andyspeed dan Supra SFL. Lebih lengkap bisa buka lagi, http://maniakmotor.com/index.php/dragbike/9305-dragbike-2015-kejurnas-bali-jupie-v-reinz-obrak-abrik-bebek-130-cc-4t-tu-8-2-detik.

Minggu ini atau 4 – 5 Juli kembali taji Jupie 29 dk itu diuji, tepatnya di gelaran seri-3 AHRS Indonesian Drag Championship (AIDC). Event yang dihajat oleh Erdeve Indonesia Racing Organizer (EIRO) berlangsung di sirkuit Serangan, Denpasar, Bali. Kali ini tak mudah bagi squad V-Reinz, mengingat AHRS Drag Bike adalah barometer teknologi balapan karapan saat ini.

Petarung dan tim-tim papan atas dari Jateng-Jogja memastikan akan hadir. Kabar yang terpantau mereka sudah ada meeting point di Solo dan konvoi menuju Bali (Rabu). Rival terberat jelas tertuju pada Jupie 130 karya Haris Shakti ‘Mlethiz’ Wibowo. Jupie yang dikebut Hendra Kecil (Magelang) dan Alvan Cebonk (Nganjuk) itu mampu mendominasi di dua seri terakhir.

Siapnya Mlethiz menuju partai panas ini tertangkap saat jumpa portal ini di salah satu tempat uji dyno Jogja. “Lumayan naik hampir 2 dk dari sebelumnya, saat ini sudah 27,3 dk (12.500 rpm). Ubahan utamanyan pada head.  Diamater klep lebih besar, dari awalnya 29/24 mm jadi 30/25 mm. Tapi, ini belum titanium,” ijar Mlethiz yang juga andalkan karbu Uma Racing 30 mm itu.

Hasil itu diukur dengan knalpot AHRS lantaran kelas itu wajib pakai knalpot sponsor. Saat yang sama Rizky ‘Bendol’ SJRT Uye-Uye menyatakan telah siap bertarung habis-habisan. “Kompresi diturunkan, beban magnet lebih ringan. Kompresi 14,2: 1, beban magnet 450 gram. Tujuannya untuk top speed  lebih jalan, dan nggak liar di power bawah,” jelasnya.   

Jadi, mari kita tunggu siapa terbaik diantara yang terbaik kali ini. It’s real battle! Nah, untuk info pendaftaran,silahkan 08562893336 atau pin BB 23AF50D3. Ardel

BACA JUGA

Drag Bike 2015 Jogja: Bebek 200, Disikat FU Solo Terbaru, Masih 7,6 Detik (Keycot) 

Dragbike 2015 Kejurnas Bali: Bebek 200 FU CMT Knalpot R9 Juaranya, Mantab !!

Dragbike 2015 Kejurnas Bali: Jupie V-Reinz Obrak-Abrik Bebek 130 cc 4T TU, 8,2 detik!

Drag Bike 2015 Semarang; Ninja TU ‘Army’ ABRT Pecah Telur 6,9 Detik, Turunin Kompresi! 

BAGIKAN