nhk

Drag Bike 2015 Jelang Karanganyar; Bebek 130, Cebonk Vs Chaka, IRC Speed King!

ManiakMotor – Bebek 130 cc 4T TU selalu menarik, karena memang faktanya begitu. Korekan mesin terhadap kelas ini dinamis. Formula melajukan motor mudah dimiliki, karena mirip dengan kelas MP1 atau Bebek 125 cc di road race. Fakta juga kelas ini di trek lurus diikuti tim dan joki caliber.

Alvan Cebonk (Nganjuk) dengan Jupiter karya Haris ‘Mlethiz’ Shakti Wibowo (IRC Tire TDR Creampie  AHRS MBKW2) masih diunggulkan di bebek 130 4T TU.  Dari nama tim, mekanik sampai jokinya ketahuan siapa dia? Di Seri 1 AHRS Indonesia Drag Championsip (AIDC) Boyolali, Maret lalu, tim ini harusnya dapat kesempatan. Tercepat di babak penyisihan, tapi kalah tipis di final dengan Chaka Bollo (Malang).  Coba buka lagi http://maniakmotor.com/index.php/hasil-balap/8386-hasil-drag-bike-ahrs-boyolali-jateng-8-maret-2015

Si Chaka yang memacu Jupiter bikinan Bendol SJRT Uye-Uye (Kediri) juga salah satu kandidat di kelas ‘hot’ ini.  Apalagi, ‘Si Kuning’- begitu Bendol menyebut-baru saja sikat 3 podium teratas di event Sumedang, Jabar (14/5) lalu.  So, akankah Chaka-Cebonk kembali kuasai podium bebek 130 di seri 2 AHRS di Karanganyar, Jateng kali ini?

“Pastinya, tetap andalkan IRC Speed King, ini untuk grip ban yang optimal. Power motor yang maksimal harus dilayani dengan performa ban yang seimbang,” bilang Mlethiz seraya jelaskan kali ini ada revisi pada rasio. Itu semata demi kenyamanan handling joki dengan power motor yang kuat. Maksudnya, biar Alvan Cebonk dan Hendra Kecil (Magelang) dua joki andalan mereka bisa prima pada satart start, roda tak perlu terangkat-angkat.

Menarik disimak juga kesiapan kompetitor lain macam AB Bendol from ABRT (Salatiga). Karya Bendol memang gagal podium di seri 1 lalu. Tapi, belakangan karya Bendol terus menggigit. Seri 2 AHRS Bendol bilang ada riset pada knalpot. Itu lantaran, kelas ini memang diwajibkan pakai knalpot produk AHRS sebagai sponsor. Kata Bendol sih tak ada kendala berarti dengan knalpot itu, tapi memang harus ada penyesuaian.

Lalu, bagaimana dengan Jupiter korekan HoHo Racing (Solo). Bukan tanpa alasan, seri 1 lalu, bersama Galih Dwi (Solo) dan Jhon PK (Pamekasan) korekannya di posisi 4 dan 5. “Ini sudah setting di sirkuit GDS, Klaten. Repair ring piston dang anti setang piston. Semoga tetap kompetitif,” harap HoHo yang punya nama asli Yusuf Nugroho itu. Disaat yang sama Beny Sastro Atmojo punggawa Samodro Pitik Sukoharjo masih belum memastikan ikut.

Waduh, ngeper dia! Ardel

BACA JUGA

Drag Bike 2015 Jelang Malang: Tuyul vs Jhon Pk di Bebek 200

Drag Bike 2015 (Jelang Karanganyar): Ninja TU Chodox Diunggulkan, Awas JS-Sliding!

Drag Bike 2015 Jelang Karanganyar: Pendol Vs Batank, Tembak Lampu vs Umpan Gigi

Drag Bike 2015 Jelang Karanganyar, Bebek 200, Menggeeser Dominasi Conk’s?

 

BAGIKAN