nhk

Drag Bike 2015 Kajen; Bebek 130 4T TU, Dibungkam Jupie Conks, Cebonk 8.302 Detik!

 

ManiakMotor-Gagal podium pertama di Bebek 200, Fauzan Conk kliker berbendera Conk’s Speed (Malang) membalas di Bebek 130. Makanya, Mr.Conks-begitu dia disapa-protes keras bila kelas ini tak diulas oleh portal ‘raja’ drag bike ini. Wajarlah, bagi Conk tunduk di Bebek 200 adalah  ‘aib’. Hahaha..

Beruntung terbalas di Bebek 130 4T TU, kelas yang tak kalah gengsi dengan Bebek 200. “Berbeda dengan Bebek 200, kelas Bebek 130 justru belum lama ditekuni. Tercepat di antara para raja kelas ini sesuatu bangat,” tegas Conks yang andalkan Alvan Cebonk (Nganjuk). Cebonk dengan bendera CBG 788 Michel Conk’s dapat 8.302 detik, unggul tipis sebenarnya dari joki lain.  Empat pembalap di bawah Cebonk juga mencetak 8,3 detik koma sekian. Pertanda kekuatan merata dengan spek yang mirip-mirip MP 1 (125 cc) di road race itu.

Pokoknya di event CST Kejurnas Drag Bike di lintasan alun-alun Kajen, Pekalongan, Jateng (3/5) kelas ini seyu abiz dan berkelas. Jagoan-jagoan bebek  dengan basic pengembangan dari road race, semua hadir. Selain Conk, ada AB Bendol ABRT, Potter  OTD, Yusron Simple Concept, Pele dari Pells juga Gendut Plankton.

Kelas ini sendiri sebenarnya diprediksi bakal jadi tanding ulang Bendol Vs Bendol. Entah alasan apa Bendol (Kediri) dengan Jupiter SJRT Uye-Uye nggak nongol di starting list. Ya, mungkin gertak sambal aja, sayang sambalnya nggak pedes. Wkwkwk.. . Tetap sengit pertarungan di kelas yang diikuti 26 starter itu.

Sangat ketat, penyisihan dan final catatan waktu 5 besar amat tipis. “Kemampuan joki membawa motor dalam kondisi hujan jadi penentu,” bilang Pele dengan joki JHon PK yang  ke-4 dengan 8.334 detik. Jadi pertanyaan, apa formulasi Conks kali ini, “Pada prinsipnya nggak jauh beda dengan kompetitor lain. Cuma kali ini andalkan diameter klep in 29 mm dan out 24,5 mm. Diameternya sudah sesuai karbu PWK 28. Karakter mesin condong main atas,” beber Conk seraya menyebut kali ini doi disokong bos Michel asal Jakarta. Conk juga menyebut kejelian setting spuyer 110/65 jadi faktor penetu.

Hebohnya persaingan di bebek 130 juga direspon Ari puggawa V-Reinz, “Basic korekan 130 memang cenderung ke kompresi tinggi, terkadang tembus angka 15. Power memang cenderung liar pada tenaga di 27Dk. Kenyamanan pembalap dalam kendalikan motor yang utama. Di lain sisi memang perlu setting dyno biar bisa tahu progress setup seperti power, torsi dan rentang tenaga. Finishing setting sirkuit itu jadi hal penting berikutnya,” beber Ari yang karyanya menyebar ke banyak tim. Ardel  

BACA JUGA

Hasil Drag Bike Kajen, Pekalongan, Jateng 3 Mei 2015

Drag Bike 2015 Kajen; Ninja TU Mihama, Setting Pemula Cocok Trek Basah!

Drag Bike 2015 Kajen; ABRT ‘Pecah Telor’, Ninja Rangka Standart 7.520 Detik!

Drag Bike 2015 Kajen; Final Bebek 200, Milik FU Solo 7.576 Detik, Super Ketat!

Drag Bike 2015 Kajen; Ramai Protes Ban Kurang Grip, Kejurnas Cari Duit!

BAGIKAN