nhk

Drag Bike 2015 Kajen; Ninja TU Mihama, Setting Pemula Cocok Trek Basah!

 

ManiakMotor – Dua joki ‘misterius’ podium di Sport 2T 155 cc TU alias Ninja TU. Ini kelas yang tak dihitung poin kejurnas tapi punya gengsi. Gengsinya karena kencang bro, suaranya siem ala racing 2-tak. Dua joki misterius itu sukses mengangkat nama mereka di jagad balap karapan tanah air lewat Drag Bike Kanjen, Pekalongan, Jateng pada Ahad 3 Mei kemarin.

Adalah Miftah Tikus (Pekalongan) dan Feydi Kapas (Manado) pembalap yang dimaksud. Nama mereka belum setenar Eko Chodox Sulistyo (Semarang), Dwi Batank (Semarang) atau  Alvan Cebonk (Nagnjuk). Tapi prestasi mulai menggigit, terutama Feydi Kapas yang bernaung di tim Simple Concept Kopi Ole DRC.

Sementara Tikus dari tim Mihama Batik Melu Renes (Pekalongan) sesekali muncul dan bikin kejutan. Masih ingat dengan artikel ini; http://maniakmotor.com/index.php/dragbike/8315-drag-bike-2015-jelang-slawi-ninja-rangka-standart-mihama-lewat-tikus? Ya, itu salah salah satu kejutan yang diberikan joki kalem itu.

Tikus yang geber Ninja TU garapan Arief Wiratama akrab dipanggil Dhawir dapat catatan 7.278 detik. Memang itu bukan best time di CST Kejurnas Drag Bike kemarin. Yup, tercepat di semua kelas di dapat KTM SX 250 yang juga dari tim milik H. Yaul itu. KTM SX250 itu yang diorder ke tim H. Rio Teguh. Digas Richo Bochel (Surabaya)  cetak 6,915 detik, Richo dan SE itu memang sudah menyatu.

Kembali ke cerita Ninja TU, Dhawir sendiri sebut salah satu kuncian set-upnya pada knalpot KDX versi terbaru.  Katanya, dibanding yang lama beda pada ukuran leher dan perut. “Leher lebih besar tapi perut lebih pendek. Leher 39,5 mm dan perut 8 cm. Efeknya lembut putaran bawah, jadi bila trek basah nggak terlalu spin. Juga cocok buat pemula seperti Miftah,” urai Dhawir.

Makanya, dengan kondisi trek basah formulasi Dhawir itu punya keunggulan. Tapi justru kondisi itu dikeluhkan oleh AB Bendol dengan joki andalan Dwi Batank (Semarang) dan Sukma (salatiga). Dua jokinya susah kendalikan power motor yang memang ganas. “Jadinya spin dan kehilangan waktu sepersekian detik. Kompetisi ketat seperti ini faktor non teknis kerap jadi penentu juga,” kilah Bendol yang bertekad kembali membalas dengan revisi total rasio.

Serupa juga diungkapkan Feydi Kapas,”Power motor sudah enak kok, apalagi ganti piston anyar. Tapi trek licin, ya itu bagian dari drama kali ini,” tutup Kapas. Oke deh! Ardel

BACA JUGA

Hasil Drag Bike Kajen, Pekalongan, Jateng 3 Mei 2015

Drag Bike 2015 Kajen; ABRT ‘Pecah Telor’, Ninja Rangka Standart 7.520 Detik!

Drag Bike 2015 Kajen; Final Bebek 200, Milik FU Solo 7.576 Detik, Super Ketat!

Drag Bike 2015 Kajen; Ramai Protes Ban Kurang Grip, Kejurnas Cari Duit!

Drag Bike 2015 Kajen; Feydi Kapas, Si ‘Misterius’ Siap Jadi Ancaman Serius…

BAGIKAN