nhk

Drag Bike 2015 Kudus; Tarung Ninja TU Potter Vs Bendol, Pemenangnya 7.054 Detik!

 

ManiakMotor – Ini yang benar catatan Ninja TU 155 bisa 7 detik di Kudus, Jateng. Beda dengan di Cimahi, Bandung, Jabar yang juara pertama 7.4 detik lebih. Di Kudus juga tarung gengsi antara mekanik Potter Vs AB Bendol di Sport 2T 155 cc TU atau Ninja TU. Keduanya, bentrok di event Gadhuro Kudus Dragbike Championship yang berlangsung di lintasan Jln. Adikusumaadya, Kudus, Jateng (22/11).

Nama dua kliker papan atas itu, jaminan podium dengan best time kisaran 6,9-7,0 detik. Tapi kali ini Potter bisa bernafas lega sekali. Ia bisa podium 1-2. Sedang Bendol ‘agak sesak nafas’ bercokol 3-4 dan 5.  

Wah macam mana nih, Mas Bendol. Kok kalah? “Ini artinya pengapian Vortex saya belum berhasil. Sayanya masih gagap dengan teknologi. Hasil ini jadi evaluasi penggunaan pengapian canggih,” kata Bendol yang sebelumnya selalu dengan CDI yang konvensional yang nggak pakai mapping segala. 

Joki Bayu Ucil asal Purwodadi, Jateng yang bikin 7.054 detik. Ucil sebelumnya muncul  sebagai tercepat di sport 2T 155 cc rangka standart.  Pada event garapan Gadhuro Sport Club (GSC) kali ini, Ucil kuasai beberapa kelas utama. D

Ninja TU karya Potter tadi milik TKDW yang pemiliknya bernama Bantu Kurniawan. Sedang Ninja TU AB Bendol milik tim Vadilla Racing Team  (Balikpapan) bersama Mukmin. TKDW bukan pendatang baru tapi baru muncul di portal ini. “Podium pertama sudah 4 kali kok. Juga sering unner up, macam terakhir di event Klaten kemarin,” bangga Bantu seraya menyebut ukuran eksos, transfer bilas adalah 29 mm dan 41 mm. Lho kok?

Bantu bercerita karena sebelumnya bertanya dulu pada Potter alias Nugroho. Katanya, soal ukuran siapa aja boleh tahu, tapi kecermatan bikin porting pada permainan pisau tuner akan beda-beda. Justru di situlah kuncinya untuk mengarahkan arus masuk dan buang.

Juga pada spek macam karburator PWK 38 Air Strike dengan pilot-jet 65 dan main-jet 155. Artinya, Potter masih percaya dengan venturi 38 mm. Dia tak peduli ketika mewabah karbu 41 dan 40 mm. “Bukan pada ukuran semata, tapi efesiensi volumetrik yang harus dikejer,” yakin Potter dengan khas kacamata minusnya.

Wah panas nih. Bisa diulang di Grand Final AHRS Pati, Jateng pada 5-6 Desemeber mendatang. Ardel

BACA JUGA

Hasil Drag Bike Kudus (Gadhuro), Jateng, 22 November 2015

Hasil Drag Bike Cimahi (Brigif), Jabar 22 November 2015

Hasil Drag Bike Latihan Barsama GDS Klaten, Jateng 20 November 2015

Drag Bike 2015 Cimahi: Cebonk Serang Jabar, Matic 200 cc Juga Juara Di Aspal Licin

Drag Bike 2015 Cimahi: Cebonk Melesat Dengan FU 200 Knalpot R9, Korekan CMT Markipat 

BAGIKAN