nhk

Drag Bike 2015: Yakin Kejurnas Region Jalan, Ada Pula Yang Pesimis

 

 

ManiakMotor – Versi baru kejurnas drag bike meneruskan konsep seperti motoprix dan grasstrack yang sistemnya regional 2015 nanti. Model ini disambut beragam, ya macam-macam, tapi bukan macamnya. Ada yang pesimis ada pula yang optimis dan ada yang di antaranya alias jalan tapi hanya di beberapa region alias tidak semuanya. 

Sigit Widyanto yang jadi anggota perancang kejurnas regional tentu saja paling bersemangat bercerita. Katanya dengan region semuanya lebih mudah dari aturan kejurnas sebelumnya yang mengembara seluruh Indonesia. “Dengan region peserta tak perlu jauh-jauh untuk mencari poin. Mereka bisa ikut semua seri,” jelas Sigit yang rambutnya mulai memutih karena berpikir bagaimana caranya kejurnas drag bike berkembang, hehe.

Dua tahun belakangan kejurnas drag bike memang ada, tapi tak ada karena nggak jelas siapa juaranya, hehe. Itu bila dibandingkan dengan juara TPM yang pasti semua tahu atau juara umum TDR. Kejurnas sebelumnya memang hanya diikuti pembalap lokalan. Ya siapa yang mau ikut dari Jawa bila salah satu serinya berada di Gorontalo sana. Singkatnya nggak bunyi. 

Pendeknya juga, maka muncul sistem region dengan satu serinya yang disebut Grand Final setelah semua region meyelesaikan serinya. “Kalau saya sudah pasti yang di Jawa akan terlaksana dengan baik. Coba lihat saja setiap minggu ada event drag bike. Tinggal bagaimana caranya soal sosialisasi,” kata Haji Rio Teguh, Ketum Pengprov IMI Jabar yang juga punya tim drag bike.

Mirip-mirip dengan pendapat Farryd Sungkar yang sangat sanksi akan kelanjutan regional. Menurut  yang punya FR Action Event itu, ndak semua pengda rajin bikin drag bike. Memang event rame, tapi namanya kejurnas harus satu kata dengan tim-tim. “Sementara joki drag bike jarang yang teikat kontrak dengan satu tim. Itu baru regional, belum lagii soal Grand Final yang harus memberangkatkan motor dan jokinya,” jelas Faryd dengan mimik yang nggak yakin.

Tapi soal itu ditangkis Sigit. Katanya yang dikejurnaskan hanya ada tiga kelas. Yakni empat kelas. Yakni matik 155, Bebek 200, dan Sport Rangka Standart. “Yang juara nasional harus bisa mengendarai tiga kelas ini. Dia harus mengumpulkan  poin dari empat kelas tersebut. Jadi saat grand final yang akan berkumpul nggak banyak-banyak setiap wakil region. Bisa saja mereka menyewa motor di Jawa, bila grand finalnya di Jawa,” kata Sigit dengan wajah serius.

Ya laksanakan. Ito 

BACA JUGA

Drag Bike 2014; TSS Bubar, Aset ‘Dilelang’? Konsentrasi Bisnis, Katanya..!

Drag Bike 2015; Hendra Kecil Back To MBKW2?

Drag Bike 2014 Jombang: Ninja Potter Ok, Chodox Komentar Catatan Di Bawah 7 Detik Di Solo!

Segera Ban Drag Bike IRC Eat My Dust Resmi Diproduksi IRC Indonesia, Namanya Speed King, Murah..!

Drag Bike 2014 Solo; Ninja TU K-Ijo Kembali 6,9 Detik, Konsisten? Exsos Tinggi dan CDI 1592

 

BAGIKAN