nhk

Drag Bike 2016: Ada 7 Joki Drag Yang Karirnya Mulai Terkenal, Siapa Tuh?

 

 

ManiakMotor – Alih-alih berkreasi editing foto, Tapi kreasi ini justru memberi inspirasi. Adalah pemilik akun FB bernama Karun yang jadi biangnya. Doi coba memberi ilustrasi ala acara ON The Spot di Trans 7. Pastinya dengan tema balap karapan yakni 7 joki yang karirnya mulai terkenal.

Kalo mulai terkenal berarti rookies alias pendatang baru dengan prestasi yang ditoreh. Tapi mungkin juga dikenal lanataran paras cantik sehingga memberi respon tinggi bagi penggemar.  Siapa saja mereka? Inilah 7 joki pilihan versi maniakmotor.Eit, tak boleh protes ya brosist! Wkwkw Ardel

Daffi Mini (Tulungagung)

Joki yang memang mini ini, makin naik daun sejak membawa FU CMT karya Cak Moed. Kelas bebek 200 memang jadi spesialisasi bocah asal Tulungagung, Jatim itu. Power FU CMT memang bersenyawa dengan karaketr Dafi.  Pada event kejurnas drag bike dan AHRS nama Daffi  memang patut direken.

Kiki Codet (Demak)

Awal tahun ini bergabung dengan  squad ABRT 20 (Salatiga). Codet yang asli Demak, Jateng itu mencuri perhatian, utamanya pada spek Ninja TU. Memang belakangan ini terkendala konsistensi. Itu justru jadi tantangan baginya. Kembali memberi bukti bahwa namanya patut dihitung dalam persaingan joki papan atas. 

Asep Robot (Bandung)

Inilah salah satu joki wakil Jabar di drag bike nasional. Sebagai pendatang baru di event resmi, Robot yang tak gedek itu memang mulai awal karier dari balap liar. Ya, mental ‘liar’ itu pula jadi modal awal Robot. Mengidolakan joki senior Eko Chodox Sulistyo (Semarang), Robot kerap tampil tanpa beban. Tuh, matik 200 di AHRS Drag Bike (seri 3) Boyolali disikat Robot. Waspadalah!

Erwin Sredek (Mojokerto)

Inilah salah satu pendatang baru paling bahaya. Berkali-kali memberi  pukulan pada joki senior sekelas Eko Chodox. Salah satunya di FFA seri 3 AHRS Boyolali dengan Nnja TU korekan Setyoko alias Penceng. Terkini, Sredek langsung mencetak 7.0 detik dengan Ninja TU terbaru di event Jombang (15/5) kemarin. Petanda si joki patut diperhitungkan. Penampilannya yang tenang cocok dengan cara bawa motor yang tenang. “Kalo sudah main apalagi final, aku berusaha fokus pada pertandingan. Triknya adalah tidak komunikasi sementara lewat HP,”ujar Sredek pada suatu kesempatan jumpa portal ini.   

Wiwi Mungil (Cikarang)

Na, kolo yang satu ini memang spesial. Ibarat pentas dialah bintang tamu yang selalu dinanti. Bukan apa-apa, paras cantiknya memang jadi daya tarik. Update seputar kariernya selalu mendapat sambutan luar biasa. Wiwi Mungil tak ingin hanya sekedar jadi penyedap. Buktinya, doi pernah juara pertama di kelas bracket 8 detik di Kejurnas Drag Bike Jember, Jatim. Memang untuk matik 200, salah satu kelas andalannya masih kudu terus berjuang. Semangat!

Galih Dwi (Boyolali) Jhon PK (Magelang) 

Dua nama ini, memang tak bisa disebut lagi pendatang baru. Mewakili joki senior, inilah rider yang mampu memberi perlawanan pada rookies. Utama di spek bebek 200 (Galih Dwi) dan bebek 130 (Jhon PK). Galih Dwi misalnya pencetak rekor 7.1 detik dengan FU Pells, sementara Jhon PK kembali ke persaingan puncak dengan bebek 130 karya Ari V Reinz.

BACA JUGA

Hasil Drag Bike Mojoagung, Jombang, Jatim 15 Mei 2016

Hasil Drag Bike (Kejurnas) Indramayu, Jabar 15 Mei 2016

Drag Bike 2016 Indramayu: RX Z ABRT Moto 1 Racing SSS, Penakluk Touch, Ramuan ‘Telur’

Drag Bike 2016; Ninja TU P@R Berkah Sari Karya (Lampung), 7.0 Detik Porting Kipas!

Drag Bike 2016 Indramayu (Kejurnas); Ninja TU ABRT Pakai Silincer Pendek!

BAGIKAN