nhk

Drag Bike 2016 Banjarnegara: Bebek 200 4T TU, Awas FU Granat Ganas, Langsung 7.4 Detik!

 

 

ManiaKMotor – Profil noken-as durasi 263o dan overlap 2.9 mm dengan angkatan (lift) 7.9  mm (DOHC). Itu diyakini akan mengolah bahan bakar dari menengah ke atas pada pendatang baru Suzuki FU 200 milik tim TK Tech Granata Nanas (Jogja). Turun di event Kratingdaeng Drag Bike 2015 (Final). Event ini  dihajat di lintasan Jln. Pramuka, Banjarnegara, Jateng (10/1) lalu.

FU tersebut  dinaiki dua petarung kaliber macam Galih Dwi (Boyolali) dan Dwi Batank (Semarang). Keduanya memang belum berhasil podium pertama. Tapi, sebagai pendatang baru, apalagi di kelas para raja bebek, patut biking triping, geleng kepala bro. Apanya yang biking geleng-geleng itu? Baca terus!

Memang FU ini harus memberi bukti lanjutan di pertarungan yang lebih keras. Dia kudu berhadapan dengan  FU kelas berat macam FU Conk’s, FU Pele, FU CMT, dan FU Solo. Tapi Ari Paung pemilik tim asal Gamping, Patukan, Sleman, Jogja itu, mengaku akan mendatangi event yang diikuti FU-FU yang disebut tadi pada 2016 ini. Waw… berani kaleee. 

Sebut saja, new comer yang masih bertahan di 7.4-7,5 detik. “Tak menampik saat ini sudah konsisten di 7.2-7.3 detik, bahkan sudah tembus 7.1 detik,” akui Antok mekanik lawas yang meracik FU dengan perbandingan kompresi 13.7:1 itu, tanpa sebut di mana catatan tersebut dibikin dan dengan alat ukur apa?  Di Banjarnegara ini walau hanya 7.574 detik, sudah nomor 2. Berarti bukan 7.4 detik seperti di judul ya? Ya maafin deh judulnya. 

Batank dan Galih dua joki yang punya ‘taste’ jempolam mengebut dengan  FU 200. FU Pele melesat 7.1 detik bersama Galih baru lalu di Indramayu yang bikin heboh itu.  FU Solo disegani sampai sekarang juga peran Batank. “Sarannya sih, mesin atas bawah harus dibuat lebih ganas seperti nama timnya Nanas Ganas,” saran Batank dan Galih yang bukan becanda pada FU pakai karbu PWK35 itu. 

Tunggu saja gebrakan selanjutnya. Sebab kelihatannya riset akan jalan terus.  “Head akan direvisi kembali. Tenaga berubah, rasio juga harus dihitung ulang. Saat ini rasio masih masalah terus. Tiap main ada saja yang nggak lancar reduksinya. Kalo head akan bikin klep lebih besar diameternya,” tutup Antok. 

Semangat! Ardel

BACA JUGA

Hasil Drag Bike Banjarnegara, Jateng, 10 Januari 2016

Drag Bike 2016 Banjarnegara; Bebek 130 cc TU, Faster Chiki PM Dengan Kompresi 15:1, Karbu UMA

Modifikasi Kawak Ninja 150 TU Drag Bike: 7.0 Detik Di Banjarnegara, Power Kuat Gigi-1 Yang Panjang!

Drag Bike 2016 Banjarnegara; Chodox Buka Peluang Quatrick, Tetap Pensiun!

Drag Bike 2016 Banjarnegara: Melejitnya Lokal Hero, Bebek 130 4T TU Pakai Honda Blade

Drag Bike 2016 Banjarnegara: Sport 2T 155 cc TU, Joki Yunior Bungkam Chodox Dan Batank, Creampie 7.0 Detik!

  

 

 

 

BAGIKAN