nhk

Drag Bike 2016 Banjarnegara: Sport 2T 155 cc TU, Joki Yunior Bungkam Chodox Dan Batank, Creampie 7.0 Detik!

 

 

ManiakMotor – Manjur memang aliran gas bakar 2 tak yang diatur dari knlapot. Pipa pelepas gas buang ini pada mesin dua langkah berperan 30 persen untuk tenaga dan karakternya. “Bila mekaniknya makin biasa, bahkan knalpot bisa dioptimalkan jadi 40 persen untuk performa motor. Asal saja lubang buangnya pas ukurannya,” sebut Ab Bendol dari ABRT pada Ninja TU 155 korekannya. Soal speksifikasi lengkap nanti dijelaskan di rubrik MODIFIKASI.

Bendol menyetel knalpot Creampie sesuai tuntutan perubahan rasio girboks. Gigi rendahnya dibikin berat pada Ninja TU 155 di kelas sport 2T 155 cc TU. Maksudnya, itu knalpot aliran turbulensinya dicekek. Tujuannya untuk membongkar tenaga bawah menghela reduksi yang berat di event Kratingdaeng Drag Bike 2015 (Final) yang berlangsung di Banjarnegara, Jateng, Ahad 10 Januari.

Makanya Kiki Codet (Demak) yang pakai Ninja ABRT membungkam senior sekelas Eko Chodox Sulistyo (Semarang) dan Dwi Batank (Semarang). Codet yang bisa disebut the rising start kali ini, lantaran menyikat beberapa kelas. “Jelang seri final ini, dia (Codet) latihan secara khusus di Klaten. Bahkan belum boleh makan, kalo belum tembus 7.0 detik. Hehe,” ungkap Bendol yang tahun ini resmi mengontrak Codet. Wow!

Codet yang mengibarkan nama tim Remaja Baru ABRT20 memupus harapan Chodox yang sebanarnya sudah bikin 7.090 detik. Chodox start duluan dengan Ninja TU Simple Concept Ole. Dengan time segitu, diprediksi akan sulit dilewati.  Chodox sudah mengeksekusi dengan benar cara startnya. Tenaga di garis start dia angkat dengan tepat sembari melepas rem dan kopling.

Chodox pun memperkuat cerita pada Ninja korekan Yusron itu. Katanya, Ninja TU yang digebernya kali ini dengan spek terbaru. Yakni pakai pengapian full set Kawasaki KX 125. “Keunggulannya power motor lebih mudah dihandling. Beda dengan YZ 125 yang lebih ‘keras’ tenaganya. Tapi ternyata ada yang lebih cepat,” sportif  Chodox yang akhirnya tetap tampil sebagai juara umum dengan hadiah 1 unit motor.

”Kunci utama tentu saja motor yang kuat, baru kosentrasi penuh menjalankannya dari start sampai finish. Power nyaris seimbang, nggak boleh meleng sikit. Ya sama sekali tak boleh salah. Saya lihat best time Chodox sebelumnya memang berat dilampaui dengan kondisi trek yang kurang ideal,” komentar Codet dengan nada lega saat mencetak 7.070 detik atau lebih cepat 0.020 detik dari Chodox. 

Weeeeeeng… Ardel

BACA JUGA

Hasil Drag Bike Banjarnegara, Jateng, 10 Januari 2016

Drag Bike Banjarnegara 2016: Ada 400 Starter, Bowo Samsonet Ingin Bangkit

Drag Bike 2016 Banjarnegara: Ninja Frame STD Bayu Ucil, Ancaman Serius 7.5 Detik!

Modifikasi Ninja Rangka Standart Drag Bike 2016: Tercepat di Sulawesi? Nih Rahasianya!

Drag Bike 2016 Banjarnegara; Musuh Bebuyutan, Chodox Vs Batank, Selisih 2 Point!

BAGIKAN