nhk

Drag Bike 2016 Cilacap; Galih Dwi Vs Batank, Batank Protes Keras ‘Scrut’ Dari Panitia!

ManiakMotor – Kembali Dwi Batank (Semarang) gigit jari. Itu lantaran kembali kalah dalam perebutan point menuju gelar juara umum. Cerita ini ada di Cilacap Open Drag Bike 2016 di sirkuit Jln. Setiabudi, Muandas, Cilacap, Jateng (17/1). Dalam catatan portal ini, ini adalah kali ketiga Batank harus gigit jari, untung saja jarinya masih bisa digigit.

Batank kalah di event Temanggung  (10 Desember 2015) yang saat itu kudu akui keunggulan Hendra Kecil (Magelang). Lalu, Minggu lalu (10/1) bertekuk lutut dengan Eko Chodox Sulistyo (Semarang). Kali ini, giliran Galih Dwi (Boyolali) yang sukses hentikan obsesi Batank membalas dua kekalahan sebelumnya. “Makin sakit, selisihnya hanya dua point.  Minggu depan lawan lagi di Slawi,” ujar Batank.

Absennya Chodox, kans juara umum kelas open ada di tangan Dwi Vs Dwi. Dari 6 kelas point yakni Ninja TU, Ninja STD, FU STD, Bebek 130, Bebek 200 dan Bebek 2T 116, keduanya memang saling mengalahkan. Paling rapat di Bebek 4T 200 cc, keduanya menggunakan FU 200  karya M. Arif Sigit Wibowo alias Pele yang heboh 7.1 detik di Indramayu itu.

Di Bebek 200 itu keduanya hanya mencetak 7.3 detik. Tapi, ketika posisi Galih tak tergoyahkan oleh peserta lain, sampai datang Batank yang start paling terakhir bisa lebih tajam. Itu yang bikin hidup persaingan. Justru ada catatan penting dari hasil juara umum ini. “Paling penting, harus ada scrut. Utamanya kelas-kelas yang masuk point. Kan selalu ada juru teknik di setiap event, minimal cek kapasitas mesin. Jangan cuma sekadar cek nomor rangka,” kata Batank dengan nada protes.

Begini, ilustrasi sederhana pada kelas FU Standart 150 cc. Kelas ini memang kerap dijadikan point, “Khusus event kita, FU standart memang jadi kelas point, mengingat memang ada kerjasama dengan sponsor,” sahut Bambang Gadhu, pentolan Gadhuro Sport Club (GSC) promotor event Slawi, Minggu depan. Bambang Gadhu hadir di event garapan Pangestu Motor Club (PMC) kali ini sebagai juri.

Regulasi FU standart menyebut kapasitas mesin maksimal 150 cc, “Dengan piston standar diameter 62 mm ketemu 147.3 cc. Nanggung! Bisa saja oleh ‘pelaku’ ganti piston CBR 150 (63.5 mm) naik 154 cc. Bisa juga naik stroke 1-2 mm, tapi kalo naik stroke torsi besar. Tak mudah juga dihandling. Padahal nama kelasnya FU standart,” ungkap Batank. Wah, doi protes keras soal scrut, tapi bisa juga mengilustrasikan ‘kecurangan’. Nah lo!  

Ya, itu catan penting yang dimaksud, ”Bahwa sekarang promotor lebih apresiasi dengan hadiah 1 unit motor pada setiap event (non seri) adalah good idea. Tapi scrut meski ribet kudu dilaksanakan, karena di situ keadilan balapan” tutup Batank.

Benar tuh, fair play! Ardel

BACA JUGA

Hasil Drag Bike Cilacap, Jateng 17 Januari 2016

Drag Bike 2016 Cilacap: 430 Starter, Chodox Absen, Ayip Rosidi Vs Batank!

Drag Bike 2016; GDS Rutin Tiap Bulan, Cewek Manis Bernama RF Qiky Jadi Idola

Drag Bike 2016; Fastgass Racing Product, Meroket Dari Catatan Waktu

Drag Bike 2016 Cilacap: Hadir FU Pele 7.1 Detik, Awassssss…..!

BAGIKAN