nhk

Drag Bike 2016; Nih Big Four Mekanik Ninja TU Indonesia, Versi Chodox

 

 

ManiakMotor – Persaingan sport 2T, khususnya 155 cc TU alias Ninja TU. Ada empat tunner yang disebut  Eko Chodox Sulistyo (Semarang) bersaing keras. “Keempatnya punya kelebihan dan karakter korekannya.  Itu pula yang mempengaruhi prestasi joki, ada yang memang cocok dengan karakter motor. Ada juga yang sekadar hoki,” nilai Chodox.

Chodox pantas diminta komentar soal big four alias empat kiliker papan atas Ninja TU itu. Chodox pemain senior yang dalam karirnya sudah pernah mencoba racikan mereka. Siapa dia? Nih  M. Yusron (Jogja), AB Bendol (Salatiga), Nugroho alias Potter (Jogja) dan Yuda ‘Kemo’ Sanjaya.  Sebenarnya, masih ada satu nama lagi yakni Aan (OP 27 Jogja). Tapi belakangan Aan jarang muncul di sirkuit, imbasnya performa Ninja TU-nya kerap memble.

“Sebenarnya selangkah lebih maju pemikirannya. Selalu punya cara baru untuk pengembangan  mesin. Sayang idenya sering terkendala sirkuit dan  regulasi. Contoh, ban yang gak mumpuni. Itu lantaran powernya terlalu gede,” ungkap Chodox pada  M. Yusron yang jadi mekanik Simple Concept Ole SSS Excel Takasago.

“Kalau motor Bendol, pernah saya coba beberapa kali. Mesinnya cenderung lembut dan basah settingan karbunya.  Awal tahun lumayan, tapi belakangan seperti hilang percaya diri,” nilai Chodox.

Sedangkan Kemo menurut Chodox,  sebenarnya mesinnya galak. Karena dasarnya torsinya besar. Tapi dengan permainan rasio dan final gir jadi terasa lembut. Untuk Alvan Cebonk, karakter itu memang pas. Bisa begitu, karena nggak bikin melayang dengan badan Cebonk yang enteng. Tinggal cari putaran atasnya.

Terakhir si Potter yang bukan terkenal dengan sapun melayangnya, tapi Ninja STD yang over power. Ninja STD nya serasa kering dan cepat dari rpm bawah sampai tengah. Karakter itu cocok banget buat settingan ABG alias pembalap pemula. “TU-nya juga hampir sama karakternya dengan STD, sehingga kerap kehilangan atasnya. Itu sih juga cocok dengan karkater Pendol,” tukas Chodox.

Ehm…lalu bagaimana dengan Chodox sendiri?, “Kalo aku? Tahu sendirilah, pas butuh duit banget, podium juga banyak. Hahaha,” canda Chodox di akhir pembicaraan. So, begitu analias ‘maestro’ drag bike.

Brosist atau mungkin mekanik dan joki yang bersangkutan, dilarang prostes ya. Tapi seiring tenarnya nama empat kliker tadi, order pun lancar jaya. Order menumpuk yang jadi senjata makan tuan. Di sisi lain dapat kangtaw banyak. Tapi juga jadi nggak fokus saking sibuknya. Wkwkwk… Ardel

BACA JUGA

Drag Bike 2016 Klaten (Jelang); Live Tivi? Ayoo… Beraksi, Jual Tampang!

Drag Bike 2016: Satu-Satunya Joki Cewek Di AHRS Boyolali, Juara Pula

Drag Bike Boyolali 2016 AHRS; Joki Senior Vs Rookie, Senior Keok, Apa Kata Chodox?

Drag Bike 2016 AHRS Boyolali (Seri 3), Matik 200, Formulasi CVT, Robot Tercepat!

Drag Bike 2016 AHRS Boyolali (Seri 3) Bebek 200: FU CMT 2X Juara Lewat Dafi Mini

BAGIKAN