nhk

Drag Bike 2016 Pasca Jababeka:Chodox ‘Gugat’ Sistem Heat, Aturan Kuno! Merdeka…

 

 

ManiakMotor – Eko Chdox Sulistyo (Semarang) bersama squad Simple Concept Ole memang sukses besar di event Proliner UMA Racing Boy Drag Bike 201 M. Bagaimana tidak, selain tampil sebagai juara umum, Chodox juga bikin best tie fantastis. Bebek 200 dengan 7.199 detik dan Ninja STD pada 7.279 detik. Hasil itu bukan proses instan.

Chodox dengan terang-terangan bilang, guna tampil di event ang dikawal maniakmotor.com ini telah persiapan jauh hari,”Yes, dua minggu kami prepare.  Sebelum hari H, semua motor udah fit. Ini modal utama untuk tampil percaya diri dan tanpa beban,”beber Chodox soal kunci suksesnya.

Itu yang disebut profesionalisme, terlebih Chodox menyadari pertarungan di era dia tak lagi muda lebih ketat. Makanya, joki senior itu tetap harus menjaga fighting spirit-nya. Alhasil, Chodox bangkit dan merdeka. Yap, hari ini kan 17 Agustus, hari kemerdekaan republik tercinta. Merdeka…!!!

Bicara merdeka, kasih pendapat, usul dan saran setelah usai lomba. Itu bagian dari kemerdekaan setiap warga. Event yang digelar di lintasan Jembatan Ancol (Depan kampus President University) 13-14 Agustus lalu itu, sudah pas, apalagi soal hadiah, “Bukan basa-basi, hadiahnya gede kok. Makanya, aku bikin persiapan serius. Hehe,” kata Chodox.

Cuma memang soal safety bagi pembalap perlu dikaji. Pastinya, terkait kondisi lintasan. Pun begitu yang paling jadi sorotanya justru soal catatan waktu,”Harusnya sih nggak pakai sistem heat terus dibagi dua. Itu peraturan kuno,mending penyisihan dan final atau best time gitu,” nilai Chodox.  

“Begini! Drag itu cuma ada 2 kesempatan. Heat pertama dan heat kedua. Jika main jelek atau motor trouble pada kesempatan pertama, bisa perbaiki di heat kedua. Begitu sebaliknya! Tapi kalo dari kedua heat itu dibagi dua sama aja bohong, nggak pas diterapin di drag. Ambil contoh aku kemarin, heat 1 pas main nggak perfect karna persneling nyangkut, jadi urutan ke-14 dengan time 8.6 detik. Heat ke-2 aku bisa kedua dengan 8.2 detik di Bebek 130 4T. Tapi hasil akhir ke-8, kan jadi percuma serius perbaiki time. Drag itu yang penting fight-nya. Pembalap dituntut berpikir cari waktu yang terbaik dan tercepat. Kalo dibagi dua ya kaya arisan. Hehe,” jelas Chodox.

So, gimana Om Toddy Andries yang jadi pimpinan lomba dan yang mengelola lomba ini terlaksana? “Semua protes adanya saat briefing. Di briefing itu, peserta punya ratusan pertanyaan dan keluhan akan dijawab. Bila nggak ada bantahan di briefing aritnya semua setuju. Sebab saat rapat itu peserta diundang,” kata Toddy dengan gayanya sembari berbisik bila lintasan Jababeka itu digunakan lagi, pengelola akan didesak memperbaiki aspal di ujung finish yang bergelombang. Ardel

BACA JUGA

Hasil Drag Bike Proliner UMA Racing Boy Jababeka, Jabar 13 – 14 Agustus 2016

Proliner UMA Racing Boy Drag Bike 2016: Bebek 200, FU SC Ole, Fantastis 7.199 Detik! Ajak Lawan!

Proliner UMA Racing Boy Drag Bike 2016 Jababeka: Dhiba Jagoan Matic 200, Mio Wahana

Drag Bike 2016 Jababeka: Rekor Sport 2T Std 150 Dipecahkan Kodok, Karbu Reamer, Galeri Foto

Proliner UMA Racing Boy Drag Bike Maniak 201M: Chodox Dan Chemonk Saling Patahkan Best Time, Galeri Foto

BAGIKAN