nhk

Drag Bike 2016 Pekalongan; FU Samodro ‘Digdaya’, Ke AHSR Durasi Kem Dan Kompresi Turun!!

 

ManiakMotor – Joko Adi Nugroho akrap disapa Hoho, pemilik tim Samodro Pitik (Sukoharjo), ‘protes’ keras. Katanya, hasil lomba kelas bebek 200 pada drag Kajen, Pekalongan, Jateng (20/3) salah data. “Fatal apalagi tampil di kanal RESULT portal sampeyan. FU kita yang tercepat kok,” sungut Hoho. Sekadar info portal ini hanya terima utuh, nggak berhak menggantinya.

Coba dicek lagi, memang yang terbaca bukan nama tim mereka.  Padahal, ada nama Mahmud Arjuna, joki asal Kalten yang biasa membawa korekan Benny Sastro Atmojo itu. So, lewat tulisan ini langsung dikonfirmasi, “Podium 1, 2 dan 4 FU milik kita semua. Ini mesin lama, tapi kita lagi siapkan juga khusus buat AHRS seri 2,” bilang Hoho lagi.

Bersaing ketat dengan beberapa FU papan atas lain, Arjuna tercepat dengan catatan waktu 7.336 detik.  Kok cuma segitu? Faktor lintasan disebut oleh Niko Sakau (Kudus) sebagai  pemicu. “Lintasannya sih biasa, tapi ada ‘superbowl’ jelang finish. Hehe,” kekeh Sakau.

Sakau juga andalan Samodro Pitik di bebek 200 dan harus puas di posisi ke-4 dengan 7.456 detik.  Apa pun, perlu diwaspai mengingat saat yang sama juga hadir FU koren M. Arif ‘Pele’ Sigit Wibowo (Top Jaya Pells) dan FU V-Reinz karya Ari Setyawan. Benny tetap optimis FU karyanya akan terus kompetitif seiring riset yang mulai ketemu, “Tapi memang yang ini masih belum optimal, powernya masih segitu. Selanjutnya akan coba klep dan karbu dengan diameter lebih gede,” kalem Benny.  

Coba bandingan spek main di Kajen dengan yang direncanakan di AHRS seri 2 nanti. “Bila sebelumnya dengan diameter klep 25/22, coba lagi dengan 28/23.  Klep mentah dari besi biasa,” sebut Benny yang pantang menyerah mengejar popularitas di bebek 200. Lantas untuk diamater karbu lebih berani 38 mm (PWK), dari sebelumnya 35 mm. 

Klep gede, karbu gede, tapi justru durasi dibuat lebih kecil dari 280° jadi 276°. “Kalo perbandingan kompresi tetap di 13,8: 1. Logikanya dengan noken lebih kecil durasinya, otomatis tambah padat tekanan kompresinya,” jelas mekanik yang asli didukung penuh oleh si pemilik tim dalam bereksperimen. Mantap! So, kita tunggu di seri kedua AHRS Drag Bike ya! Ardel

BACA JUGA

Hasil Drag Bike Kajen, Pekalongan, Jateng 20 Maret 2016

Hasil Drag Bike Tulungagung, Jatim, 20 Maret 2016

Drag Bike 2016 Jelang AHRS Gunung Kidul Jogja: Matic 200 cc Mac23, No Limit Punya

Drag Bike 2016 Jelang AHRS Gunung Kidul: Ninja Frame Std Jocell, Coba Leher Knalpot C

Drag Bike 2016 AHRS (Seri 2) Gunung Kidul: Siapa Yang Bisa Mengalahkan Cebonk Di Klasemen Umum?

BAGIKAN