nhk

Drag Bike 2016 Purworejo; ‘Geger’ Niko Sakau Sport 155 TU 2T!

 

 

 

ManiakMotor – Lebih geger Sport 2T 155 cc TU di Purworejo Drag Bike 2016 di Jateng pada 13 Maret 2016. Pemicunya Niko Sakau (Kudus), gara-gara dia pimpinan lomba, juri lomba dan panitia harus rapat mendadak. Kelas itu diskorsing, walau masih ada dua starter yang belum start. Yakni Fandi Pendol (Semarang) dan Bowo Samosnet (Magelang) dari total 12 peserta di kelas itu. Macam mana kronologisnya? Ikuti terus ulasannya.

Begini, pada hajatan BSMC (Bintang Samudra Motor Club) itu, Sakau yang pakai Ninja TU karya terbaru AB Bendol from ABRT Moto 1 Racing SSS Excel Takasago NHK itu memang punya target tinggi. Ia mau kejar Kiki Codet (Demak), rekan satu tim-nya telah cetak 7.371 detik. Itu tercepat sementara. Memang hanya segitu dengan kodisi sirkuit yang sulit dibetot habis dan Sakau berambisi melampauinya. Sakau full kosentrasi, di luar dugaan, catatan di layar monitor jutru 8.591 detik.

“Ini tak lazim. Sakau start mulus, engine pun teriak mantap. Nggak mungkin segitu,” protes Alfian Kenthus, manager tim. Protes ini memang tak semerta diterima pimpinan lomba. Tapi dari ‘gesture’ Wisnu Widyo bagian timing system mengakui ada persoalan pada alatnya. Nggak mungkin dong mesin yang pakai piston dan rasio Moto 1 Racing akan begitu. Belum lagi peleknya Excel Takasago dan girnya SSS. Itu jaminan semua pak, hehe.

Maka Alfian yang diangguki Sakau minta start ulang. “Ya, kalau dia start ulang. Semua harus start ulang juga,” desak Eko Chodox Sulistyo (Semarang) yang sudah mencetak 7.503 detik yang ada kans lima besar. ‘Tuntutan’ Chodox juga didukung pembalap lain.

Alhasil, pimpian lomba, juri lomba, panitia harus berembuk. “Ini insidental. Atas pertimbangan waktu yang masih memungkinan, diputuskan start ulang. Dengan catatan, kecuali peserta yang sudah jump start. Catatan waktu terbaik dari dua kali start itu yang diambil, macam model heat 1 dan 2,” ujar Drs. Lilik Kusnandar, selaku pimpinan lomba.

Singkat kata, meski ada beberapa pembalap yang memperbaiki catatan sebelumnya, tapi Rony Caplin (Klaten) yang tercepat yakni 7.323 detik. Itu berarti mempertajam catatan waktu Codet. Sementara Codet di heat kedua malah melorot 8.344 detik, ”Persneling patah,” kesal Codet yang harus puas ke-2.

Ternyata, Si Caplin membawa Ninja TU milik tim SRR Hasil Ayam asal Klaten, Jateng. Itu Ninja TU karya Setyoko alias Penceng. Doi adalah mekanik yang lama ‘magang’ di tim OP 27 (Jogja) milik Taufiq ‘Omponk’ Dwi Jatmiko. Pantess! Apa pun, hasil yang didapat Codet memberi bukti event perdana yang menggigit. “Target 7.0 detik memang belum didapat, lantaran lintasan. Tapi hasil yang positif untuk penampilan pertama,” komentar Kenny Komala, pemilik tim ARP Waingapu yang sudah menebus Ninja ABRT tersebut. Oke deh! Ardel      

BACA JUGA

Hasil Drag Bike Purworejo, Jateng, 13 Maret 2016

Piston 60 mm TK Racing Untuk R25; Desain Dome-nya Bikin Puas

Drag Bike 2016 Purworejo: Ninja STD Misteri Si ‘Jenglot’, Kalahin Si Chodox, Hendra Dan Sakaw

Drag Bike 2016: Jupie Bayu 130 cc Mesin Hawadis, Mulai Ikut Di Jabar

Drag Bike 2016 Purworejo; Ninja TU ARP Waingapu Bikinan ABRT. Pantas Target 7 Detik!

Drag Bike 2016: Tim ARP Waingapu NTT Coba Tantang Jawa, Ninja TU 7.0 Detik!

BAGIKAN